Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perubahan Mata Uang secara radikal, Sudan Menghadapi Risiko Tinggi dan Reaksi Keras

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Februari 2021 14:48 2:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Februari 2021 14:48
Bagikan
mata uang sudan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sudan mengumumkan perubahan radikal pada nilai tukarnya pada hari Ahad (21/02/2021). Perubahan tersebut dapat menyebabkan harga-harga naik, yang berisiko meningkatkan ketidakpuasan yang ada atas biaya hidup, Middle East Eye melaporkan.

Daftar isi
  • ‘Keputusan yang Berani’
  • Reformasi mata uang yang Menyakitkan
  • Ketakutan Cadangan Devisa
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Pemerintah mengatakan akan meninggalkan nilai tukar tetap yang telah lama berlaku demi mata uang mengambang terkelola, yang diperlukan sebagai bagian dari program IMF, bahwa mata uang negara itu kemungkinan besar akan mengalami devaluasi dari nilai tukar saat ini yaitu 55 pound Sudan ke dolar.

Perubahan tersebut diharapkan menjadikan pound bergerak lebih dekat ke harga pasar gelap 400 terhadap dolar yang coba diperangi pemerintah.

Namun, prospek harga yang lebih tinggi datang, karena warga negara sudah bergulat dengan tingkat inflasi yang mencapai 300 persen bulan lalu, yang menyebabkan protes di beberapa bagian negara.

Menteri Keuangan Gibril Ibrahim yang baru diangkat mendesak warga untuk mentolerir dampak perubahan kebijakan, mengatakan dalam konferensi pers pada hari Ahad bahwa persoalan ini “membutuhkan semangat patriotik yang tinggi” dan “kerja sama”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

 

‘Keputusan yang Berani’

Banyak pengguna media sosial Sudan mempertanyakan pergerakan mata uang dan pengaruhnya terhadap standar hidup.

Beberapa pos juga mengkritisi komitmen pemerintah transisi dalam mengatasi krisis ekonomi negara melalui kerja sama dengan lembaga keuangan internasional yang memberlakukan persyaratan ketat pada dukungan.

Namun, perwakilan khusus PBB untuk Sudan, Volker Perthes, memuji “keputusan berani” tersebut.

“Ini akan membawa dukungan asing dan meningkatkan investasi. Yang penting: ini menunjukkan bahwa otoritas transisi dapat mencapai konsensus, mengambil keputusan sulit dan melaksanakannya,” cuit Perthes.

Beberapa pemerintah asing, termasuk Amerika Serikat, juga memuji keputusan tersebut.

Pemerintah transisi telah memutuskan untuk mengambil kebijakan “yang bertujuan mereformasi dan menyatukan sistem nilai tukar dengan menerapkan sistem nilai tukar fleksibel yang dikelola,” ujar bank sentral dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Sudan Tandatangani Kesepakatan Normalisasi dengan ‘Israel’, Berharap Bantuan Bank Dunia Cair

Reformasi mata uang yang Menyakitkan

Menutup kesenjangan antara nilai tukar resmi dan pasar gelap adalah inti dari program reformasi yang disepakati dengan IMF tahun lalu.

Bank sentral mengatakan perubahan kebijakannya, yang mengikuti pengangkatan kabinet baru baru-baru ini yang bertugas menangani krisis ekonomi, “sangat penting” untuk membantu mencapai stabilitas.

Ini adalah salah satu dari beberapa reformasi mandat IMF yang menyakitkan, yang juga termasuk pengurangan subsidi yang mahal, karena pihak berwenang berusaha untuk mendapatkan keringanan utang dan menarik investasi setelah pencopotan presiden Omar al-Bashir pada April 2019.

Sanksi dan salah urus ekonomi di bawah pemerintahan Bashir selama puluhan tahun menjadi penyebab signifikan kemarahan yang memicu protes terhadapnya pada akhir 2018.

Kebijakan nilai tukar baru, kata bank sentral, akan memungkinkan kurs ditentukan oleh penawaran dan permintaan, tetapi masih akan mengintervensi pasar.

Pada bulan Januari, IMF mengatakan pihaknya “bekerja sangat intensif dengan Sudan untuk membangun prasyarat pembebasan utang”.

 

Ketakutan Cadangan Devisa

AS baru-baru ini menghapus Sudan dari daftar hitam negara sponsor terorisme, langkah lain yang diharapkan Khartoum akan membuka pembebasan utang dan pendanaan internasional.

Pergeseran kebijakan bank sentral terjadi di tengah kekhawatiran bahwa tingkat kepemilikan mata uang asing di Sudan mendekati habis.

Kekurangan roti baru-baru ini dan juga bahan bakar menunjukkan kemungkinan negara itu “sangat kekurangan” cadangan devisa, kata Mohamed el-Nayer, seorang ekonom Sudan, kepada AFP.

Bulan lalu, pemerintah menyetujui anggaran tahun ini. Ia berharap bisa menurunkan inflasi hingga 95 persen pada akhir tahun ini.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:imfinflasikeuanganmata uangpoundSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Sekadar Banjir Jakarta, Tapi Upaya Pembusukan Sistemik
Tulisan selanjutnya pemimpin Wajib Taat pada Pemimpin. Bagaimana Kalau Pemimpinnya Zalim?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi

Berita
24 Juni 2026 17:00
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Terbaru

  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?