Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Tidak Sekadar Banjir Jakarta, Tapi Upaya Pembusukan Sistemik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Februari 2021 21:41 9:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Februari 2021 14:20
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, hari-hari ini dalam perbincangan pemberitaan. Dan itu berkenaan dengan penanganan banjir di ibu kota. Anies memang seksi untuk dibicarakan dalam berbagai sisi.

Satu pihak, tentunya mayoritas, menyatakan puas dengan kinerjanya menanggulangi banjir. Itu bisa dilihat dari sebaran titik-titik banjir jauh lebih sedikit ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Juga cepatnya surut air banjir di Jakarta, bahkan dalam hitungan jam. Soal ini tidaklah perlu diperdebatkan. Tapi jika ada yang masih kurang puas dengan kinerja Pemprov DKI Jakarta, ya itu sih sah-sah saja. Tidak masalah.

Namun ada juga kelompok yang menilai kinerja Gubernur Anies dalam menangani banjir Jakarta buruk sekali. Kelompok ini tidak banyak jumlahnya, tapi suaranya riuh dan sebarannya luas, bahkan lintas batas provinsi.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

 

Jika penilaian itu bersandar pada data valid, itu sih baik. Tapi kalau sekadar celometan saja itu yang memang diskenariokan. Itu kerjaan mereka yang dibayar dengan satu tujuan pembusukan.

Laku mereka sampai pada tahap fitnah dengan menyebarkan foto-foto yang diedit sedemikian rupa, bahkan banjir di kawasan Bekasi (Jabar), dan Tengerang (Banten) di-upload dengan narasi seolah itu banjir di Jakarta. Sepertinya ini kerja sistematis dengan target tunggal, habisi Anies Baswedan.

Baca: Anies Baswedan, Manusia OD, dan Meme yang Menghibur

Para politisi dari partai tertentu dan praktisi kebijakan publik bicara sekenanya hingga mulut berbuih, hanya bermodal  menyalahkan. Narasi yang dibangun menyesatkan, memaksa sampai batas agar publik mempercayai ocehannya. Mereka bagai kaum yang bersorak dengan datangnya musibah banjir. Maka, ada alasan menghajar Anies agar tampak busuk.

Jangan tanya di mana mereka saat daerah lain, yang bahkan daerah itu lebih dari sebulan tenggelam oleh genangan banjir, dan belum bisa berbuat apa-apa. Mereka aman dari gunjingan, tidak dengan Jakarta. Daerah-daerah lain yang kebanjiran, itu bukan jatah mereka untuk berbicara.

Persoalan banjir Jakarta itu bukan persoalan baru saja terjadi. Jakarta saat bernama Batavia di zaman kolonial Belanda pun sudah langganan banjir. Era gubernur Sutiyoso, Fauzi Bowo, Jokowi lalu dilanjut Ahok yang menggantikannya, sama saja tidak bisa mengatasi banjir.

Era para gubernur pada Orde Reformasi sebelum Gubernur Anies Baswedan memimpin Jakarta, itu sebaran banjir jauh lebih dahsyat. Itu data yang bicara, bukan ocehan berisik tanpa bersandar data.

Lalu muncul wacana akan melakukan gugatan atau class action pada Anies atas banjir Jakarta. Banjir Jakarta 2020 pun Anies mendapat class action, namun ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta. Tolakannya menyebut, bahwa mestinya tuntutan itu ditujukan pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Jika tuntutan itu tetap dilakukan untuk banjir Jakarta 2021, maka pastilah tetap akan digugat melalui PN, tidak lewat PTUN. Sudah dimunculkan para pengamat hukum yang mengatakan, tidak salah melakukan class action di PN itu. Maka aturan sudah mulai “diperlonggar” dengan wacana boleh-tidaknya tuntutan itu dilakukan lewat PN.

Baca:  Anies Presiden, Jakarta Bebas Banjir, In Syaa Allah

Aturan tampak dibuat sistemik untuk target habisi Anies Baswedan, itu bukan menjadi isapan jempol semata. Segala cara ditempuh, meski kasat mata seharusnya class action tidak cuma pada Anies Baswedan, tapi juga bagi pimpinan daerah lainnya. Bidik target itu dikhususkan hanya untuk Anies Baswedan.

Mencari celah kesalahan pada yang dilakukan Anies hampir mustahil bisa ditemukan. Anies selalu berjalan dengan tataran hukum. Anies itu ibarat orang yang berjalan dengan di sana-sini titik api menyembul, dan ia lompat berjungkitan dengan seksama menghindari api.

Maka tidak ada jalan lain, banjir Jakarta itu jadi senjata pembusukan Anies. Jika pada daerah lain pimpinan daerahnya cukup berdalih dengan intensitas hujan tinggi, tapi dalih itu tidak berlaku bagi Anies Baswedan.

Kita lihat saja permainan kali ini, yang coba dipakai menggoyang Anies akan efektif berhasil atau tidak. Semuanya tergantung cermat tidaknya warga DKI Jakarta melihat itu semua, lalu menyikapi persoalan yang ada dengan langkah terukur dan tepat.

Anies Baswedan diyakini akan tetap melenggang mulus sampai masa jabatannya berakhir di tahun 2022. Jika Pemilu serentak tetap dilakukan 2024, maka Anies akan nganggur sekitar 1,5 tahun untuk persiapan entah mengulang dua periode sebagai gubernur DKI Jakarta, atau justru  membuat panggung yang lebih besar, ikut dalam Pilpres 2024. Kita lihat saja nanti takdir akan membawanya ke mana. Firasat sih RI-1… Wallahu a’lam. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Baca Opini Ady Amar lainnya

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies Baswedanbanjir JakartaGubernur DKI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indeks Pangan Indonesia Buruk, HNW Siapkan RUU Bank Makanan
Tulisan selanjutnya mata uang sudan Perubahan Mata Uang secara radikal, Sudan Menghadapi Risiko Tinggi dan Reaksi Keras

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?