Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Produser “Kiwi” Mundur dari Pembuatan Film tentang Serangan Teror Masjid di Christchurch

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juni 2021 23:14 11:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2021 06:30
Bagikan
Serangan Masjid Christchurch
Bagikan

Hidayatullah.com–Produser Selandia Baru Philippa Campbell mengatakan dia tidak akan lagi terlibat dalam pembuatan film kontroversial tentang serangan teror terhadap Masjid di Christchurch, menurut media pemerintah, Senin (14/06/2021).

Film, They Are US, disebut-sebut hanya berfokus pada tanggapan Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam seminggu setelah serangan 15 Maret 2019.

Langkah itu muncul setelah reaksi keras dari komunitas Muslim di negara kepulauan itu, yang mengatakan fokus pada perdana menteri, bukan para korban, adalah salah, dan Hollywood hanya mengambil keuntungan dari penderitaan masyarakat.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Radio Selandia Baru, Campbell mengatakan dia sangat menyesalkan keterkejutan dan luka hati yang ditimbulkan oleh pengumuman film tersebut di seluruh Selandia Baru.

Dia mengatakan dia mendengarkan kekhawatiran yang timbul selama beberapa hari terakhir, dan setuju bahwa peristiwa 15 Maret 2019 terlalu mentah untuk film saat ini dan tidak ingin terlibat dengan proyek yang menyebabkan kesusahan seperti itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Brenton Tarrant, seorang supremasi kulit putih Australia, membunuh 51 orang dan melukai 40 lainnya di Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup Agustus lalu tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, dalam keputusan pertama yang pernah dijatuhkan di Selandia Baru.

Penyelidikan Serangan Masjid Christchurch: Badan Intelejen Selandia Baru Terlalu Berfokus pada Muslim

Sebuah petisi untuk menghentikan produksi film, yang diluncurkan oleh Asosiasi Pemuda Islam Nasional Selandia Baru, juga telah mendapatkan lebih dari 61.000 tanda tangan selama tiga hari terakhir.

Asosiasi tersebut mengatakan pembuat film mengesampingkan para korban dan penyintas dan sebaliknya memusatkan perhatian pada tanggapan seorang wanita kulit putih.

Perdana Menteri Ardern, sambil menjauhkan diri dari proyek, mengatakan dia tidak diajak berkonsultasi. “Saya tidak memiliki keterlibatan atau tidak memiliki pengetahuan,” katanya kepada TVNZ.

“Meskipun ada banyak cerita yang harus diceritakan di beberapa titik, saya tidak menganggap milik saya sebagai salah satunya. Itu adalah cerita komunitas dan cerita keluarga. Bukan tugas saya untuk memberi tahu orang-orang apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan dalam pembuatan film masyarakat”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:penembakan masjid Selandia BaruPerdana Menteri Jacinda ArdernPhilippa ChampbellThey Are Us
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengunjuk rasa rohingya Pengunjuk Rasa Anti-Militer Pemerintah Myanmar Gaungkan Kampanye Pro-Rohingya di Media Sosial
Tulisan selanjutnya disparitas hukum Di Hadapan Jaksa Agung, DPR Sebut Ada Disparitas dalam Penegakan Hukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?