Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Intelijen Afghanistan Menangkap 4 Jurnalis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Juli 2021 10:33 10:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juli 2021 10:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dinas intelijen Afghanistan menangkap empat jurnalis karena mengunjungi sebuah kota perbatasan yang dikuasai Taliban dan menuding mereka menyebarkan “propaganda” musuh, kata aparat hari Selasa (27/7/2021).

Keempat warga Afghanistan itu ditangkap di Kandahar setelah hari Senin kembali dari Spin Boldak, perlintasan perbatasan dengan Pakistan yang dikuasai Taliban awal bulan ini.

Dilansir AFP, media lokal mengatakan keempat jurnalis itu sedang menyelidiki kebenaran laporan pemerintah yang menyebutkan bahwa Taliban membantai warga setempat – tuduhan yang dibantah oleh kelompok tersebut.

“Propaganda apapun yang menguntungkan teroris dan merugikan kepentingan nasional Afghanistan adalah tindak kriminal,” kata jubir Kementerian Dalam Negeri Mirwais Stanikzai dalam sebuah pernyataan.

“Pasukan keamanan sedang menyelidiki kasus ini.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemantau media Afganistan N’ai mengatakan para jurnalis itu ditahan atas perintah Direktorat Nasional Keamanan, dinas intelijen negara itu.

“Tidak jelas apa yang terjadi,” kata Nai, seraya menambahkan bahwa tiga dari mereka bekerja untuk jaringan radio Mellat Zhagh.

“Sekarang sudah lebih dari 24 jam sejak mereka ditahan… keluarga mereka sangat khawatir.”

Komite Keselamatan Jurnalis Afghanistan menyeru agar pemerintah segera melepaskan mereka.

“Tak ada penahanan ekstra-yudisial yang bisa dibenarkan,” kata lembaga itu.

Penangkapan keempat jurnalis Afghanistan itu terjadi dua minggu setelah seorang fotografer yang bekerja untuk kantor berita Reuters tewas saat meliput pertempuran di Spin Boldak.

Seorang juru bicara Taliban, Mohammad Naeem, mengatakan bahwa keempat wartawan itu melakukan perjalanan ke Spin Boldak “untuk menyelidiki tuduhan bahwa warga dibunuh di sana”.

“Satu-satunya kejahatan mereka adalah mereka ingin mengungkap fakta yang sebenarnya,” kata Naeem.

Afghanistan sejak lama dinyatakan sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi jurnalis.

Pada bulan May, pemantau media Reporters Without Borders (RSF) menempatkannya di peringkat 122 dari 180 negara dalam World Press Freedom Index terbaru.

Beberapa jurnalis tewas dalam serangan yang terjadi sejak Taliban dan Washington menandatangani kesepakatan pada Februari 2020 yang membuka jalan bagi penarikan pasukan asing dari Afghanistan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanKandaharSpin BoldakTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LPPOM MUI halal MUI Usul ke Pemerintah, PPKM Diperlonggar Namun Prokes Diperketat
Tulisan selanjutnya Facebook Dikecam atas Meningkatnya Penyensoran terhadap Konten Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?