Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dunia Berpotensi Kekurangan Pelaut Kapal Niaga

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Juli 2021 16:56 4:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juli 2021 16:56
Bagikan
Kapal terusan suez
Bagikan

Hidayatullah.com—Dalam waktu lima tahun akan terjadi kekurangan jumlah pelaut kapal niaga apabila tindakan untuk menambah jumlahnya tidak dilakukan, yang akan berpengaruh pada rantai suplai barang dunia, menurut sebuah laporan yang dirilis hari Rabu (28/7/2021).

Dilansir Reuters, menurut hasil studi yang dirilis asosiasi perdagangan BIMCO dan International Chamber of Shipping (ICS), industri pelayaran sudah kekurangan kru karena pandemi Covid-19, situasi yang akan memperburuk masalah pasokan tenaga kerja yang diperkirakan akan terjadi selama beberapa tahun ke depan.

Varian Delta menghantam beberapa bagian Asia dan mendorong banyak negara untuk menutup akses mendarat bagi para pelaut. Akibatnya kapten kapal tidak bisa merotasi kru yang sudah kelelahan dan sekitar 100.000 pelaut terdampar di tengah laut meskipun sebenarnya waktu kerjanya sudah selesai. Di tahun 2020 ketika banyak negara memberlakukan lockdown Covid, lebih dari 200.000 pelaut terjebak di kapal.

Studi yang dirilis oleh BIMCO dan ICS memperkirakan bahwa 1,89 juta pelaut mengoperasikan lebih dari 74.000 kapal niaga di berbagai belahan dunia.

Seafarer Workforce Report, yang terakhir diterbitkan pada tahun 2015, memperkirakan 89.510 pelaut tambahan akan dibutuhkan pada tahun 2026, berdasarkan proyeksi pertumbuhan pada sektor pelayaran perdagangan, dan mengatakan saat ini terjadi kekurangan sekitar 26.240 pelaut bersertifikat, mengindikasikan kebutuhan akan pelaut sudah melebihi pasokan tenaga kerja maritim di tahun 2021.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kita masih jauh dari jaring pengaman surplus tenaga kerja yang melindungi pasokan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan dunia,” kata Sekjen ICS Guy Platten.

“Tanpa tindakan segera dari pemerintah, pasokan pelaut akan mengering.”

Platten, mengutip survei industri, mengatakan bahwa saat ini kurang dari 20% pelaut dunia yang sudah divaksinasi Covid-19. Dia mendesak agar pemerintah-pemerintah memprioritaskan vaksinasi bagi pelaut.

“Negara-negara yang memasok sebagian besar pelaut dunia, seperti Filipina, Indonesia, dan India memiliki akses terbatas ke vaksin Covid-19, akan mengancam ketidakstabilan rantai pasokan lebih lanjut tanpa penanganan cepat.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kapal niagapelaut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Militer AU yang Menginjak Kepala Warga di Merauke Ditahan, TNI AU Minta Maaf
Tulisan selanjutnya Gegara Varian India Kasus Infeksi Covid-19 Tokyo Menyentuh Angka Tertinggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?