Dalam laga final, para pendukung dari timnas Aljazair dan Tunisia membawa bendera Palestina bersama dengan bendera nasional mereka sendiri
Hidayatullah.com —Tim Nasional sepak bola Aljazair meraih gelar juara FIFA Arab Cup 2021 yang digelar di Qatar setelah menang 2-0 atas tim nasional Tunisia. Gol kemenangan tercipita di babak tambahan waktu.
FIFA Arab Cup adalah turnamen sepak bola terakbar di kawasan Jazirah Arab. Turnamen ini diikuti oleh negara-negara terbaik di kawasan Jazirah Arab yang meliputi dua konfederasi, yakni Asia dan Afrika.
Partai puncak FIFA Arab Cup diadakan di stadion Al Bayt di Doha, Qatar. Gol dicetak oleh Amir Syoud pada menit ke-99 dan Yacine Brahimi di menit ke-125.
Setelah peluit akhir, pelatih Aljazair Madjid Bougherra mengatakan, “Kami mendedikasikan Piala Arab untuk rakyat Palestina dan rakyat kami di Gaza.”
Dalam laga final tersebut, para pendukung dari timnas Aljazair dan Tunisia membawa bendera Palestina bersama dengan bendera nasional mereka sendiri.
Yacine Brahimi dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen tersebut dan menerima penghargaan Bola Emas untuk penampilannya yang luar biasa.
Aljazair adalah salah satu negara Arab yang konsisten sikapnya terhadap Palestina dan penjajahan Zionis ‘Israel’. Negara ini bersikap tegas tidak menormalisasi hubungan dengan Israel, disaat banyak negara Arab melakukannya.
Atlet-atlet Aljazair dalam banyak kompetisi telah menyuarakan sikapnya terhadap Palestina dan penjajahan Zionis.
Boikot Laga Legenda Arab Melawan Legenda Dunia
Dalam pertandingan legenda di sela-sela FIFA Arab Cup 2021, tiga legenda sepak bola Aljazair memboikot pertandingan persahabatan antara FIFA Arab Legends melawan FIFA World Legends.
Alasannya karena dalam tim FIFA World Legends terdapat pelatih Avram Grant yang berasal dari ‘Israel’. Avram Grant pernah melatih Chelsea dan Timnas ‘Israel’.
Para legenda sepak bola Aljazair yang tergabung dalam dormasi FIFA Arab Cup Legends ini adalah Rabah Madjer, Rafik Saïfi, dan Rafik Halliche. Ketiga memutuskan untuk tidak ambil bagian dalam laga tersebut.
Boikot ‘Israel’ di Olimpiade Tokyo 2020
Pada akhir November lalu, di Olimpiade Tokyo 2020 juara Judo Aljazair Fethi Nourine karena menolak bertanding melawan atlet ‘Israel’. Dua bulan setelahnya Komite Olimpiade Internasional menhukumnya dari semua kompetisi selama 10 tahun.
Nourine juga menyebutkan bahwa dia tidak menyesali keputusannya dan dia bangga akan hal itu, “(saya) tidak akan pernah berhenti mendukung perjuangan Palestina, apa pun yang terjadi,” ujarnya.
Juara Judo Aljazair itu mengatakan dia akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengekspos entitas zionis dan membela hak-hak Palestina.*