Hidayatullah.com– Seorang lelaki kulit putih berusia 18 tahun menembak mati 10 orang dan melukai 3 lainnya, hari Sabtu (14/5/2022), di sebuah supermarket di kawasan tempat tinggal orang kulit hitam di New York. Pihak berwenang menyebut serangan itu sebagai “kekerasan ekstremisme bermotif rasial”.
Sebelas dari 13 orang yang terkena tembakan adalah orang kulit hitam, kata aparat terkait. Dua lainnya berkulit putih. Rincian rasial korban mati tidak dipaparkan, lapor Reuters.
Aparat mengatakan tersangka, yang menggunakan senjata api model serbu, tampaknya bertindak sendirian. Dia berangkat menuju daerah Buffalo beberapa jam sebelum melancarkan serangan pada siang hari dan menyiarkannya secara langsung di media sosial Twitch, layanan streaming video milik Amazon.com.
Berkas pengadilan menyebut tersangka sebagai Payton Gendron warga Conklin, sebuah kota kecil berpenduduk sekitar 5.000 oranng di daerah Southern Tier, negara bagian New York, dekat perbatasan dengan Pennsylvania.
Dia dijerat dakwaan pembunuhan tingkat pertama dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup tanpa peluang pembebasan dini bersyarat, kata John Flyn, jaksa distrik Erie County.
Hakim memerintahkan Gendron ditahan tanpa diperbolehkan keluar tahanan dengan uang jaminan dan menjalani “pemeriksaan forensik”. Pemuda itu akan dihadirkan kembali di persidangan tanggal 19 Mei.
Media lokalme yebut Gendron adalah mahasiswa State University of New York’s Broome Community College delat Binghamton.
Dia nyaris bunuh diri sesaat sebelum polisi membujuknya agar menyerahkan diri dan meletakkan senjata, kata Komisioner Kepolisian Buffalo Joseph Gramaglia dalam paparan pers.
Pelaku sempat mendapat tembakan balasan dari seorang pensiunan polisi yang bekerja sebagai sekuriti di supermarket itu. Namun, dia tidak terluka karena mengenakan rompi anti peluru.
Petugas sekuriti itu merupakan satu dari 10 korban tewas, sembilan lainnya pelanggan toko.
Pensiunan petugas damkar Katherine Crofton mengatakan pelaku memulai aksinya di depan rumahnya yang terletak tidak jauh dari toko. Crofton mengaku melihat seorang wanita ditembak oleh pelaku ketika sedang memasuki toko, serta seorang wanita lainnya. Dia sendiri tiarap setika sedang memasukkan belanjaan ke dalam mobil karena khawatir kena tembak.
Agen khusus FBI Stephen Belongia, yang bertanggung jawab atas operasi lapangan di wilayah Buffalo, mengatakan kasus itu sedang diselidiki baik sebagai tindak kriminal bermotif kebencian maupun kekerasan ekstremisme bermotif rasial berdasarkan undang-undang federal.
Gambar tangkapan layar dari insiden yang disiarkan pelaku secara langsung lewat Twitch menunjukkan pelaku tampak berdiri di atas salah satu mayat korban di dalam toko.
Sebuah manifesto setebal 180 halaman, yang konon ditulis Gendron, beredar di media sosial. Manifesto itu memaparkan ‘The Great Replacement Theory’ – gagasan yang mengatakan bahwa orang kulit putih sedang digantikan oleh minoritas di Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Gubernur New York Kathy Hochul dalam konferensi pers semalam mengatakan senjata api yang dipakai oleh pelaku dibeli secara legal tetapi kemudian dimodifikasi secara ilegal guna meningkatkan kapasitas magasinnya, yang katanya bisa dengan mudah dibeli secara legal di Pennsylvania.*