Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Israel’ Gunakan Isu Haji untuk Mengaitkan Diplomasi dengan Riyadh, Ini Kata Saudi

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Juli 2022 12:25 12:25 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Juli 2022 12:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—’Israel’ menggunakan dalih haji untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Arab Saudi setelah Menteri Kerjasama Regional ‘Israel’ Esawi Freij berharap negara itu dapat menyediakan penerbangan langsung dari ‘Israel’ untuk penduduk Muslim. ‘Israel’ dinilai melakukan langkah terbaik untuk ‘memancing’ Arab Saudi setelah menerima kunjungan dari Presiden AS Joe Biden pekan lalu, kutip Reuters.

Jumat lalu, Arab Saudi diklaim telah siap membuka wilayah udaranya untuk semua maskapai penerbangan menyusul kunjungan Biden ke negara itu dari ‘Israel’.  Keterbukaan tersebut mencakup perpanjangan hak penerbangan bagi pesawat ‘Israel’ yang sebelumnya harus transit ke Teluk Arab dan berbagai rute di Asia.

 Freij mengatakan keputusan Arab Saudi menunjukkan upaya untuk membangun hubungan yang lebih normal dengan ‘Israel’ setelah didorong oleh AS. “Ini bisa mengubah mimpi menjadi kenyataan bagi umat Islam,” kata Freij.

“Saya yakin dalam setahun, umat Islam di ‘Israel’ akan bisa naik pesawat dari Ben Gurion, bandara dekat Tel Aviv ke Jeddah untuk menunaikan ibadah haji,” katanya.

Namun, Riyadh tidak memberikan umpan balik tentang masalah ini. Sebelumnya, Arab Saudi menerima masuknya jemaah haji dari ‘Israel’, namun mereka harus transit di negara ketiga sebelum berangkat ke Mekah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Freij, biaya yang harus dibayar peziarah dari ‘Israel’ adalah US$ 11.500 untuk perjalanan selama seminggu. Di sisi lain, jamaah dari negara-negara Teluk Arab hanya membayar setengah dari jumlah itu, tulis Reuters.

Kemenangan Saudi?

Hingga pada 15 Juli 2022, Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan membuka wilayah udara negara kerajaan bagi semua maskapai penerbangan “yang memenuhi syarat”, termasuk maskapai ‘Israel’.  “GACA mengumumkan keputusan membuka seluruh wilayah udara Kerajaan bagi semua maskapai penerbangan yang memenuhi syarat terbang di atas Saudi,” ucap GACA melalui pernyataan di Twitter pada Jumat (15/7/2022) dikutip CNNIndonesia.

Keputusan ini diumumkan di saat Presiden Amerika Serikat Joe Biden tengah melangsungkan tur ke Timur Tengah. Sejumlah pihak meyakini salah satu tujuan utama Biden melawat ‘Israel’ lalu Arab Saudi pada hari ini adalah demi mendorong kedua negara rujuk dan menormalisasi hubungan.

Seorang pejabat AS bahkan mengatakan pada Reuters bahwa Saudi memang akan segera mengizinkan penerbangan tanpa batas di wilayahnya bagi maskapai ‘Israel’. Riyadh dinilai telah mengizinkan penerbangan charter langsung dari ‘Israel’ bagi umat Muslim yang akan beribadah haji.

Dengan keputusan Saudi ini, sejumlah pihak menilai relasi antara Riyadh dan Tel Aviv pun semakin terlihat jelas. Padahal, kedua negara masih belum memiliki hubungan diplomatik resmi imbas konflik ‘Israel’-Palestina.

Sementara banyak pihak melihat ada langkah normalisasi, Menteri Luar Negeri Arab Saudi justru membantah keputusan mencabut pembatasan penerbangan semua maskapai melewati wilayah negaranya, termasuk dari ‘Israel’, tidak berkaitan dengan isu normalisasi hubungan kedua negara.  “Ini tidak ada hubungannya dengan hubungan diplomatik dengan ‘Israel’,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan kepada media, Sabtu (16/7/2022).

“Ini sama sekali bukan awalan untuk langkah lebih lanjut,” lanjutnya, dikutip dari AFP.

Saudinesia, media yang banyak membela Arab Suudi juga berpendapat lain. Media ini menulis bahwa keputusan GACA yang mengumumkan pembukaan wilayah udaranya untuk semua maskapai dunia.

Menurutnya, pihak GACA menyampaikan bahwa izin tersebut bagi maskapai sipil “yang memenuhi persyaratan” dan berdasarkan Konvensi Chicago 1944, yang menyatakan bahwa tidak boleh ada diskriminasi pesawat sipil dunia.

Selain peraturan internasional tersebut, hal ini untuk melengkapi konsolidasi posisi Kerajaan Arab Saudi sebagai platform global yang menghubungkan tiga benua, sebagaimana rilis resmi dari GACA. ”Yang luput dari ulasan media dan netizen adalah latar belakang dan perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Meskipun demikian, Arab Saudi tetap tidak melakukan normalisasi dengan ‘Israel’ seperti negara-negara muslim dan Arab lainnya, yang cenderung tanpa komentar media atau netizen,” tulisnya.

Menurut Saudinesia, setelah mengembalikan Pulau Tiran dan Sanafir, ‘Israel’ telah meluncurkan kampanye melawan Arab Saudi dengan alasan bahwa Saudi akan menutup navigasi ‘Israel’ dan menuntut kelanjutan pasukan internasional di dua pulau tersebut, yang berarti pengurangan kedaulatan Saudi. Faktanya, kata media ini, Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman berhasil dinilai berhasil mengembalikan Pulau Tiran dan Sanafir sebagai bagian dari wilayah Kerajaan Arab Saudi setelah puluhan tahun di bawah kendali Internasional.

Pulau Tiran dan Pulau Sanafir yang dihubungkan oleh sebuah batu besar di bawah laut dengan daratan Saudi

Untuk diketahui, Pulau Tiran memiliki luas 61,5 km² dan Pulau Sanafir memiliki luas 33 km² yang dihubungkan oleh sebuah batu besar di bawah laut dengan daratan Saudi.  Navigasi laut tidak dapat melewati timur pulau karena faktor medan laut dan lalu lintas terbatas di perairan barat pulau (antara Tiran dan Sharm El Sheikh Mesir).

“Selama perjanjian damai Camp David 1978 antara Mesir dan ‘Israel’ di bawah naungan Amerika, pulau-pulau tersebut dipilih sebagai markas besar Misi PBB untuk memantau navigasi maritim antara kedua negara,” tulis Saudinesia.

Untuk memindahkan pasukan PBB ke lokasi lain, perjanjian harus diubah dan akhirnya ketiga pihak setuju. Persetujuan terakhir dibuat beberapa hari lalu, dari usaha Pangeran Muhammad bin Salman, tulisnya.

Kedua pulau tersebut memiliki nilai ekonomi dan politik yang strategis. Di antaranya merupakan bagian dari proyek NEOM yang digagas Pengeran Mohammad Salman.

Restorasi kedua pulau tersebut akan memfasilitasi implementasi inisiatif untuk membangun Jembatan Raja Salman (untuk mobil dan kereta api) yang menghubungkan Mesir dengan Arab Saudi, yang melewati kedua pulau tersebut.

“Sementara media dan netizen anti Saudi memasarkan “kertas tipis perizinan terbang untuk tujuan sipil” padahal kemenangan sebenarnya adalah kembalinya kedaulatan atas Pulau Tiran dan Sanafir yang berdampak atas penguasaan wilayah tersebut di bawah kendali Arab Saudi,” bela media tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudihajihubungan Saudi dan IsraelIsrrael
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya khilafatul muslimin MUI Jabar Diusut Karena Tudingan Sebar Doktrin Khilafah, Khilafatul Muslimin Kembali Nyatakan Tak Anti-Pancasila
Tulisan selanjutnya Tenggat Waktu Pendaftaran Akan Berakhir, Menkominfo Tegaskan Siap Tegakkan Sanksi PSE

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Berita
8 Juni 2026 17:58
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?