Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Pertanyakan Motif Negara Barat di Libya

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 25 Maret 2011 00:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan agar NATO memegang kontrol tunggal atas operasi militer di Libya dan menyatakan kecurigaannya atas motif beberapa negara Barat yang mengincar sumber daya alam Libya.

Berbicara dalam sebuah pertemuan tentang persamaan gender di Istanbul, Kamis (24/3), Erdogan mengatakan bahwa Turki tidak ingin apa yang terjadi di Iraq juga terjadi di Libya.

“Kami ingin setiap orang melihat Libya dari sudut pandang hati nurani, bukan dari perspektif minyak dan kita berupaya keras untuk mencapai itu,” kata Erdogan.

Menurut Erdogan, orang yang enggan menerima Turki sebagai anggota Uni Eropa sekarang bicara tentang “Perang Salib” atas Libya.

Menteri Dalam Negeri Prancis Claude Gueant pada hari Senin (21/3) lalu mengatakan bahwa Presiden Sarkozy telah “mengambil kepemimpinan Perang Salib dengan memobilisasi Dewan Keamanan PBB, Liga Arab dan Uni Afrika guna mencegah pembantaian di Libya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagaimana diketahui, pesawat Prancis adalah yang pertama kali melancarkan serangan udara atas target-target di Libya, hanya beberapa jam setelah Presiden Nicolas Sarkozy mengumumkan operasi militer atas Libya.

Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mencoba membela pernyataan Gueant dengan menyebutnya sebagai “salah ucap”. Namun pada hari Kamis dia mengatakan bahwa pemakaian istilah “Perang Salib” — yang aslinya adalah istilah dari abad pertengahan di mana umat Kristen Eropa melakukan invasi dan membunuhi kaum Muslim di negara-negara Islam — harus dihindari.

Turki mendukung zona larangan terbang atas Turki sepanjang ditujukan untuk melindungi warga sipil dan misi itu hanya dilakukan oleh NATO sendiri, tanpa keikutsertaan pasukan koalisi.

“Pesawat-pesawat Turki dan pasukan Turki tidak akan pernah membom Libya dan menembakkan peluru ke arah saudara-saudara kami di Libya,” tegas Erdogan.

“Saya harap, mereka yang hanya melihat minyak, tambang emas dan kekayaan terpendam saat melihat ke arah sana (Libya), mulai saat ini akan melihat wilayah itu melalui kacamata hati nurani,” ucap Erdogan.

Penjarahan Libya

Berbicara kepada para wartawan yang menemaninya melakukan perjalanan ke Afrika Barat, Presiden Turki Abdullah Gul hari Rabu (23/3) mengutarakan kecurigaannya akan aganda tersembunyi beberapa negara koalisi. Libya, kata Gul, bisa jadi akan dijarah seperti halnya Iraq.

“Kenapa? Karena tujuan (pasukan koalisi) bukan pembebasan rakyat Libya. Ada agenda-agenda tersembunyi dan kepentingan yang beragam,” kata Gul.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:invasiLibyamiliterminyakold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Yaman Terima Rencana Pengunduran Dirinya
Tulisan selanjutnya Jasa Muammar Qadhafi di Negara Afrika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?