Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aung Suu Kyi: Hukum Harus Lindungi Hak Minoritas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Februari 2017 09:22 9:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Februari 2017 09:22
Bagikan
Aung San Suu Kyi tidak menanggapi permintaan wawancara dengan BBC
Bagikan

Hidayatullah.com–Penasihat Negara (State Counsellor) dan Menteri Luar Myanmar Aung San Suu Kyi mendesak kelompok mayoritas di negara itu untuk melindungi hak minoritas.

Dalam pernyataan terbaru dikutip Reuters mengutip sumber koran Myanmar dan Xinhua Xinhua, Suu Kyi membuat pernyataan di hadapan peserta lokakarya untuk menyusun undang-undang melindungi hak minoritas.

Bengkel tersebut dilakukan di Nay Pyi Taw pada Selasa dan dihadiri Kantor Pengacara Negara, pakar hukum dan akademisi.

Batal ke Indonesia, Aung San Suu Kyi Dituduh Terlibat Pembantaian Etnis Rohingya

Aung San Suu Kyi yang sebelumnya enggan berkomentar mengenai masalah dan situasi minoritas Rohingya di Rakhine, mendesak kelompok mayoritas untuk memelihara hak minoritas dan melindungi bahasa, budaya dan adat istiadat entik minoritas.

Dia ingin hukum yang dirancang untuk melindungi semua penduduk di Myanmar dan bukan untuk menindas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Suu Kyi jarang lagi memberikan wawancara kepada media Myanmar dan dengan hati-hati memilih siapa yang akan ditemuinya dari media internasional. Tidak ada sesi tanya-jawab dengan anggota parlemen dan belum pernah ada konferensi pers yang memadai sejak pemilihan umum 14 bulan lalu.

Bulan November tahun lalu, komunitas internasional termasuk Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara di dunia menekan Myanmar akibat  kekerasan militer terhadap komunitas Muslim Rohingya di Rakhine dalam forum PBB di New York.

Namun, pemimpin faksi politik yang berkuasa di Myanmar, Aung San Suu Kyi, bereaksi marah dengan merasa Myanmar diperlakukan tidak adil.

Muslim Pengacara Terkemuka dan Penasihat Partai Aung San Suu Kyi Tewas Ditembak

Suu Kyi menjawab di hari berikutnya dalam pertemuan dengan para diplomat dari PBB, AS, Inggris, Uni Eropa dan Denmark, di Ibu Kota Naypyitaw, Myanmar. Suu Kyi meluapkan kemarahannya. Menurut sumber-sumber diplomat, Suu Kyi menekankan bahwa Myanmar juga telah berkomitmen untuk memulihkan akses bantuan dan meluncurkan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Rakhine.

Minggu lalu, penasihat hukum Suu Kyi, U Ko Ni, yang memperjuangkan hak perwakilan warga Myanmar beragama Islam ditembak mati pada hari Ahad saat tiba dari luar negeri.

Sementara itu,  beberapa LSM pro Rohingya di Malaysia akan membahas isu U Ko Ni dan perjuangannya dalam forum yang akan diadakan dalam waktu dekat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung Suu Kyietnis Muslim Rohingyaetnis Rohingyahak minoritas di Myanmarkejahatan kemanusian MyanmarMenteri Luar Myanmarminoritas RohingyamyanmarNay Pyi Tawperaih nobel perdamaianRakhinetokoh demokrasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump Berkuasa, Pemukiman Haram Merebak di Palestina Jajahan
Tulisan selanjutnya Burung Hantu Buta dan Ahli Ibadah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?