Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Batal ke Indonesia, Aung San Suu Kyi Dituduh Terlibat Pembantaian Etnis Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 November 2016 06:15 6:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 November 2016 06:15
Bagikan
Aung San Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemimpin Myanmar dan tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi akhirnya menunda lawatannya ke Indonesia di tengah maraknya unjuk rasa mengecam pembataian etnis Muslim  Rohingya di Myanmar.

Sepekan ini, unjuk rasa terjadi  di Jakarta dan beberapa kota mengecam pemerintah dan militer Myanmar yang dianggap melakukan kekerasan atas umat Rohingya di negara bagian Rakhine.

Para pengunjuk rasa juga menuntut agar Hadiah Nobel Perdamaian yang diberikan pada Suu Kyi tahun 2012 ditarik kembali karena dia dianggap berdiam diri atas aksi-aksi kekerasan atas warga Rohingya.

Konselor Myanmar, Aung San Suu Kyi harus diseret ke pengadilan atas kesalahan melegalkan penghapusan ras etnis Islam Rohingya di negeri Rakhine.

Aung San Suu Kyi Menang Mutlak, Banyak yang Ragu Membela Muslim Rohingya

Tuntutan serupa juga disampaikan pendiri organisasi Dictator Watch, Roland Watson yang dikutip Arakan News Agency. Ia mengatakan  Aung San Suu Kyi harus mempertanggungjawabkan aksi kekerasan dan pembantaian etsnis Muslim Rohingya serta keterlibatannya menanam sentimen kepada rakyat Myanmar  bahwa etnis Islam itu harus dihapus.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Menurut Roland Watson, dasar ideologi rezim Myanmar yang rasis, memungkinkan etnis minoritas lainnya diperlakukan sesuka hati dengan cara apapun.

“Untuk pembantaian, pemerintah telah menghasut serta mempromosikan etnis Rohingya dihapus dan membuka jalan bagi serangan terhadap komunitas itu,” katanya dikutip laman arakanaa.com belum lama ini.

Di saat yang sama Watson mengutip sebuah penyelidikan oleh ahli hukum dari International State Crime Initiative di Universitas Queen Mary London yang menyimpulkan bahwa etnis Rohingya menjadi korban pembantaian dan , Aung San Suu Kyi meningkatkan penyiksaan mereka.

Foto Satelit Tunjukkan Lebih 1000 Rumah Etnis Rohingya di Rakhine Dibakar

Laporan investigasi itu menyatakan, Suu Kyi membisu tentang hal itu sebaliknya menggunakan taktik penolakan dan melarang sepenuhnya pemantauan internasional, membatasi bantuan kemanusiaan selain daftar hitam dan mengusir aktivis hak asasi manusia dari Myanmar.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), John McKissick mengatakan, tindakan Suu Kyi yang berdiam diri memperkuat cengkeraman tangan besi militer dan pengikutnya yang rasis.

Saat Myanmar mendapat desakan negara ASEAN untuk bertanggung jawab atas kekejaman Rohingya, Suu Kyi dilaporkan menunda kunjungan ke Indonesia yang seharusnya dilakukan hari Rabu ini.

Wakil Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Myanmar, Aye Aye Soe tidak menyebut alasan keamanan sebagai penyebab kunjungan kerja itu dibatalkan, namun menyebutnya memetik kekacauan di Rakhine dan Shan State. Shan State merupakan lokasi pertempuran militer Myanmar dengan etnis Rohingya baru-baru ini.

“Rencana kunjungan akan diatur dalam waktu dekat,” tutur Aye Aye Soe kepada AFP.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu Kyidemokrasietnis RohingyaHadiah Nobel Perdamaiankekerasan di MyanmarMuslim Rohingya MyanmarNobelPembantaian Etnis Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bukan Aksi Damai, tapi Inkonsistensi Kebijakan Pemerintah yang Ditakuti Pengusaha
Tulisan selanjutnya Neno Warisman Mengaku tak Tertarik Berpolitik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?