Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kofi Annan Dijadwalkan Bertemu Aung San Suu Kyi Bahas Masalah Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2017 12:43 12:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2017 12:43
Bagikan
Kofi Annan dan Aung San Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan, yang tiba di Yangon kemarin, dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Penasihat Negara, Aung San Suu Kyi, mengenai laporan akhir komisi investigasi di Rakhine.

Kofi Annan juga merupakan ketua Komisi Penasehat yang ditunjuk Myanmar, sementara Aung San Suu Kyi memimpin Pusat Pelaksanaan Komite Pembangunan Perdamaian, Stabilitas dan Rakhine.

Kementerian Informasi mengatakan bahwa laporan akhir, antara lain berisi penilaian dan rekomendasi untuk pemerintah mengenai pencegahan konflik, bantuan kemanusiaan, perdamaian antara komunitas Buddhis dan Islam.

Selain itu, laporan tersebut juga mencakup aspek rekonstruksi institusional dan mendorong pembangunan di Rakhine, kutip Kantor Berita China Xinhua.

Baca: Batal ke Indonesia, Aung San Suu Kyi Dituduh Terlibat Pembantaian Rohingya

Kofi Annan menyampaikan sebuah laporan sementara dan proposal mengenai isu-isu regional kepada pemerintah pada bulan Maret dengan 30 proposal meminta pemerintah untuk menerapkan hal-hal yang berkaitan dengan kewarganegaraan, bantuan kemanusiaan, masalah perbatasan dan hubungan bilateral dengan Bangladesh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Annan mengunjungi Rakhine pada akhir tahun lalu untuk menghasilkan laporan tersebut.

Sebuah komisi penasihat sembilan anggota membentuk Myanmar pada bulan Agustus, yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah regional di Rakhine.

Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar dan pernah dielu-elukan sebagai tokoh pro demokrasi ini mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian bagi “usahanya memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia”.

Namun, setelah partainya menang dalam Pemilu Parleman tahun 2015, ia nyaris tak bicara dan berbuat terhadap kekerasan yang menimpa kaum Muslim Rohingya.

Baca: Aung San Suu Kyi Menang Mutlak, Banyak yang Ragu Membela Rohingya

Suu Kyi bahkan dikritik tidak pernah memberikan wawancara kepada media Myanmar dan dengan hati-hati memilih siapa yang akan ditemuinya dari media internasional.

Ia disebut belum pernah memberikan konferensi pers yang memadai sejak memenangi Pemilu.

Ratusan aktivis melalui wadah Change.org bahkan pernah mengeluarkan petisi kepada komite Nobel Perdamaian untuk mencabut hadiah Nobel yang pernah diterimanya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu KyiBuddhisekstemis BuddhaKofi Annankomisi investigasiPBBPerserikatan Bangsa-BangsaRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Sasaran Investasi Muslim Masa Depan
Tulisan selanjutnya Rapat Pleno Wantim MUI, Tiga “Skala Prioritas Pendidikan Nasional” Disampaikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?