Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Rapat Pleno Wantim MUI, Tiga “Skala Prioritas Pendidikan Nasional” Disampaikan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2017 12:53 12:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2017 12:52
Bagikan
Rapat Pleno ke-19 Wantim MUI di kantor MUI, Jakarta, Rabu (23/08/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Demikian sebagaimana yang tercantum dalam pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq, dalam kesempatan memberikan pandangannya tentang pendidikan nasional pada Rapat Pleno ke-19 Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) di Aula Buya Hamka, kantor MUI, Jakarta, Rabu (23/08/2017).

Baca: Problem Serius Pendidikan Nasional

Menurutnya, secara normatif apa yang dicanangkan pemerintah mengenai tujuan pendidikan nasional tersebut sangat ideal. Tetapi ironi dalam implementasi. Sebab kebijakan dan komitmen pemerintah masih tampak kurang (terlihat) nyata untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Contoh yang paling nyata adalah porsi pendidikan agama di sekolah, baik itu sekolah umum atau sekolah negeri. Porsi itu menurutnya sangat minim dibandingkan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh peserta didik kita saat ini.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Pada kesempatan itu juga, dai muda kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan, ini memaparkan tentang “Pendidikan Integral Berbasis Tauhid”, yang disebut sebagai ide besar ormas Hidayatullah dalam upaya berbagi solusi pendidikan Islam.

“Artinya bagaimana mengelola pendidikan kita ini (agar) benar-benar mengantarkan anak didik menjadi orang yang bertauhid. Bahwa orang yang terdidik itu adalah mereka yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Dan itulah hakikat daripada ilmu itu sendiri,” terang Nashirul.

Baca: Pendidikan Nasional haruslah bermuatan Agama dan Kebangsaan

Berdasarkan tujuan pemerintah demikian, alumni Universitas Islam Madinah ini mencoba membagi 3 hal yang harus menjadi skala prioritas pendidikan nasional di Indonesia. Pertama, mengingatkan pemerintah agar memberikan perhatian dan motivasi yang serius dalam dunia pendidikan, terutama paradigma berpikirnya.

“Jangan sampai yang menjadi target dan kebanggaan pendidikan nasional kita hanya pada aspek kognitifnya (intelektualnya) saja, sementara moralitas dan spiritualnya hanya menjadi faktor pelengkap saja,” sarannya.

Ia mengacu pada salah satu prinsip pendidikan dalam istilah arab, tazkiyah qabla ta’lim (proses pensucian jiwa sebelum pengajaran) atau az-zaka qabla adzaka (kesucian sebelum kecerdasan) yang mengacu pada firman Allah dalam Surat Al-Jumuah ayat 2.

Sederhananya, menurut Nashirul, jiwa harus disucikan terlebih dahulu, maka kecerdasan akan menyusul.

“Dan inilah sistem pendidikan yang diterapkan oleh salafus shaleh. Sehingga mereka benar-benar lahir sebagai orang-orang yang bisa memberi manfaat kepada umat sebagai orang yang shaleh sekaligus muslih. Mereka inilah orang yang ditunggu oleh zaman,” papar Nashirul.

Baca: Epistemologi Pendidikan Pancasila

Yang kedua, orientasi pendidikan sengaja didesain sedemikian rupa untuk melahirkan peserta didik yang dzul aidi wal abshar. Dia terampil, tetapi pada saat yang sama dia juga memiliki kemampuan intelektual yang tinggi.

Ini yang menurutnya terkesan pincang saat ini. Pemerintah ingin melahirkan peserta didik yang menonjol dalam keterampilan dengan orientasi melahirkan (banyak) tenaga kerja. Tetapi peserta didik tidak memiliki paradigma dan visi yang besar. Atau sebaliknya memiliki prestasi akademik yang tinggi namun tidak memiliki life skill.

Ketiga, pendidikan diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang memiliki dua kriteria utama sebagaimana diisyaratkan dalam al Quran, yaitu al-quwwah dan al-amanah. Al-quwwah artinya memiliki kemampuan, kapabilitas, dan kompetensi. Sedangkan al-amanah artinya punya integritas, moralitas, dan berkarakter. Dua hal ini tentu saja tidak bisa dipisahkan.

“Dan keselamatan bangsa bahkan dunia secara umum, tergantung sejauh mana kita bisa melahirkan generasi sebagaimana yang diisyaratkan dalam al-Qur’an itu,” tutupnya.

Pada rapat rutin bulanan bertema “Dialog Kebijakan Pendidikan Nasional dan Kepentingan Umat Islam” itu, Wantim MUI mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Sekjen Kementerian Ristek dan Dikti Ainun Naim sebagai pembicara.

Peserta rapat terdiri dari para ketua umum ormas Islam tingkat pusat dan beberapa individu tokoh Islam. Secara struktural, para peserta ini merupakan anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat.* Kiriman Rizky Kurnia Syah, pegiat komunitas menulis PENA 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabKetua Umum DPP HidayatullahMenteri Pendidikan dan KebudayaanMuhadjir EffendyMUINashirul Haqpendidikan adabpendidikan agamapendidikan berbasis al-Qur'anpendidikan Indonesiapendidikan integralpendidikan nasionalRapat Pleno Wantim MUIsistem pendidikan nasionaltujuan pendidikan nasionalWantim MUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kofi Annan Dijadwalkan Bertemu Aung San Suu Kyi Bahas Masalah Rohingya
Tulisan selanjutnya Lebih Dari 440 Jamaah Haji Qatar Tiba di Arab Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?