Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menlu Inggris Tulis Artikel Bela Pendahulunya Dirikan ‘Israel’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2017 19:47 7:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2017 19:47
Bagikan
Bagikan

Hidatullah.com-Menteri Luar Negeri Inggris pada hari Ahad membela peran pendahulunya satu abad yang lalu untuk membuka jalan bagi pembentukan Israel, dengan mengatakan dua negara berdaulat untuk Israel dan Palestina tetap merupakan “satu-satunya solusi yang layak” untuk perdamaian, lapor AFP sebagaimana dikutip Al Arabiya, Senin (30/10/2017).

Kamis pekan depan (02/11/2017l adalah hari peringatan seratus tahun Deklarasi Balfour – sebuah surat 67 kata dari Menteri Luar Inggris saat itu, Arthur Balfour, yang menyatakan dukungan London atas berdirinya sebuah tanah air untuk orang-orang Yahudi di Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berkunjung ke London untuk memperingati ulang tahun satu abad deklarasi tersebut.

Pernyataan Balfour satu abad yang lalu tersebut tetap kontroversial, memicu serangkaian peristiwa yang pada akhirnya menyebabkan terbentuknya negara Israel, pengungsian jutaan orang Palestina dan pertikaian selama bertahun-tahun antara kedua komunitas yang berlanjut sampai hari ini.

“Saya bangga dengan peran Inggris dalam mendirikan Israel,” tulis Menteri Luar Negeri Boris Johnson dalam artikelnya berjudul “My vision for Middle East peace between Israel and a new Palestinian state” di surat kabar Telegraph, Ahad (29/10/2017), dan menambahkan bahwa dokumen tersebut “diperlukan untuk mendirikan sebuah negara besar”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca:  Enam Bulan Jalan Kaki Menuju Palestina Meminta Maaf Terbitnya Deklarasi Balfour

Namun dia memperingatkan bahwa salah satu masalah utama Deklarasi Balfour – yakni hak-hak masyarakat non-Yahudi harus dilindungi – “belum sepenuhnya diselesaikan”.

Dalam artikel tersebut, Johnson mengatakan bahwa dia sedang menuliskan pemikirannya di kolom yang sama yang digunakan Balfour satu abad yang lalu.

Dia memuji surat 1917 tersebut karena “tujuan moral yang tak terbayangkan: untuk memberi orang-orang yang teraniaya dengan tanah air yang aman dan tentram.”

London, lanjutnya, tetap berkomitmen pada solusi dua negara, yang tidak dikenal oleh raykat Palestina yang ingin merdeka sebelum dijajah.

“Saya tidak ragu bahwa satu-satunya solusi yang tepat untuk konflik tersebut serupa dengan apa yang pertama kali ditulis pada naskah oleh orang Inggris lainnya, Lord Peel, dalam laporan Komisi Kerajaan Inggris tentang Palestina pada tahun 1937, dan itulah visi dua negara untuk kedua masyarakat,” tulisnya.

Baca: Pemerintah Inggris Tolak Minta Maaf pada Palestina Terkait Deklarasi Balfour

Perbatasannya kedua negara, lanjutnya, seharusnya seperti sebelum Perang Enam Hari pada tahun 1967, dengan Yerusalem sebagai “ibu kota bersama” dan “pertukaran lahan yang setara untuk mencerminkan kepentingan nasional, keamanan, dan agama masyarakat Yahudi dan Palestina.”

“Saya juga berbesar hati bahwa para pemimpin Arab generasi baru tidak melihat Israel dalam cahaya yang sama dengan para pendahulunya. Saya percaya bahwa lebih banyak hal yang akan dilakukan untuk melawan bahaya terorisme dan hasutan anti-Semit. Tapi, dalam analisis terakhir, rakyat Israel dan Palestina yang harus menegosiasikan detailnya dan menulis bab mereka sendiri dalam sejarah. Satu abad ke depan, Inggris akan memberikan dukungan apa pun yang kami bisa untuk mendekatkan dua pihak dan menyelesaikan masalah Deklarasi Balfour yang belum selesai,” tulisnya dalam paragraf terakhir.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:David Ben-GurionDeklarasi BalfourisraelMasjidil Al Aqshapalestinapendirian negara israelpenjajah Israelpenjajahan PalestinaPerjanjian Sykes-Picotyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Ajak Yaman Membuka Dialog dengan Utusan PBB
Tulisan selanjutnya 7 Pejuang Palestina Gugur Setelah Israel Ledakkan Terowongan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?