Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bela Duterte, Jubir Presiden Filipina sebut “Ejekan ‘Tuhan bodoh’ Opini Pribadi

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Juni 2018 08:18 8:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 Juni 2018 08:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikatakan “tidak percaya pada keyakinan apapun” dan dia mengemukakan pendapatnya, juru bicaranya mengatakan, menanggapi kritik setelah komentar presiden 73 tahun itu yang menyebut Tuhan itu “bodoh” dan seorang “anak pelacur”.

Dalam sebuah wawancara pada Senin dengan saluran televisi Filipina, GMA-7, Jubir Presiden Filipina Harry Roque mengatakan pernyataan Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang menyebut ‘Tuhan bodoh’ sebagai pernyataan dari “kepercayaan pribadi” sang presiden.

Dia menambahkan bahwa Duterte mempunyai caranya sendiri untuk mengungkapkan spiritualitasnya dan apa yang dia katakan “tidak membutuhkan penafsiran apapun”.

“Dia tidak pernah mencoba menyembunyikan bahasa semacam itu ketika dia mencalonkan diri untuk presiden. Terima saja dia seperti itu, karena ketika dia meminta Andat dari para pemilih, dia tidak pernah menyembunyikannya,” kata jubir tersebut dikutip Aljazeera hari Rabu.

Roque mengatakan omelan presiden itu mungkin berasal dari pengalaman “tidak mengenakkan”nya dengan gereja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Duterte telah mengatakan bahwa ketika masih anak-anak dia juga merupakan korban pelecehan seksual oleh pendeta Katolik.

Baca: Presiden Duterte Ingin Perbaiki Hubungan dengan Katolik

‘Agama macam apa itu?’

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuai kecaman atas kata-kata kontroversialnya mengenai Tuhan, yang membuat banyak pihak pun menyebutnya “jahat” dan “psikopat”.

Duterte sedang berbicara dalam sebuah pertemuan teknologi informasi di kota asalnya Davao pada Jumat ketika pidatonya berubah arah pada agama dan Injil.

Presiden, yang berasal dari keluarga Katolik, mempertanyakan bagian mengenai penciptaan di Injil dan konsep “dosa asal”.

“Adam memakannya (buah dari pohon terlarang), kemudian kebencian terlahir. Siapa Tuhan yang bodoh ini? Kamu adalah anak pelacur yang benar-benar bodoh jika kasusnya seperti itu,” kata Duterte dalam bahasa Filipina dan Inggris.

“Anda menciptakan sesuatu yang sempurna, dan kemudian Anda membuat sebuah peristiwa yang akan merayu dan merusak kualitas ciptaanmu. Bagaimana bisa Anda bisa merasionalkan Tuhan … akankah kamu percaya itu?

Dia juga mengatakan bahwa bayi seharusnya tidak memiliki dosa asal, karena konsepsi dan hubungan seks hanya melibatkan orang tua.

“Agama macam apa itu? Ini yang tidak bisa saya terima,” dia mengatakan di depan para hadirin yang merasa canggung.

Senator oposisi Antonio Trillanes menyebut perkataan Duterte sebagai “penistaan agama”.

“Ini adalah puncak arogansi kekuasaan bukan hanya untuk tidak menghormati dan meludahi keyakinan seseorang namun juga bertindak seolah-olah dia tuhan,” kata Trillanes dalam sebuah pernyataan.

‘Orang-orang dapat menyamakan diri dengannya’

Filipina adalah negara yang sebagian besar warganya beragama Katolik, dengan perkiraan 79 persen dari 107 juta populasinya mengidentifikasi diri mereka sebagai Katolik. Sisanya termasuk beragama Kristen, Islam dan agama lain.

Jeaneth Faller, dekan Fakultas Teologi di Universitas Silliman, mengatakan meskipun secara pribadi dia mendukung presiden, dia menganggap Duterte seharusnya memilih perkataannya dengan hati-hati.

“Semua orang mendengar. Jika opini Anda tidak baik bagi orang-orang, Anda seharusnya menyimpan itu untuk diri Anda sendiri,” Faller mengatakan pada Aljazeera.

Baca: Presiden Rodrigo Duterte: “Saya Percaya Satu Tuhan Allah Titik!

Selain itu Faller mengatakan dia “tidak terkejut” meskipun komentar-komentar kontroversial Duterte, dia masih mendapat dukungan dari pengikutnya yang mayoritas Kristen.

“Rakyat bisa menyamakan diri dengannya. Dia tahu bagaimana menangani rakyat, dia tahu bahasa mereka, dia tahu apa yang mereka pikirkan. Inilah mengapai dia sangat populer.”

Sejak kampanye kepresidenan tahun 2016, Duterte sudah tidak cocok dengan Gereja Katolik, pihak yang mengkritik catatan HAM-nya sebagai seorang wali kota.

Tetapi Duterte mengatakan gereja tidak memiliki otoritas moral untuk mengkritiknya, menyindir dugaan pelecehan seksual oleh anggota pendeta.

Ana Santos, jurnalis internasional dan kolumnis di Manila, mengnatakan pernyataan Duterte dimaksudkan untuk “menutupi dan mengalihkan perhatian kita dari masalah-masalah penting”.

“Sekarang, publik harus memahami bahwa Duterte tidak akan berhenti membuat komentar yang lebih menggelikan daripada yang sebelumnya. Kita, masyarakat perlu menolak taktik pengalihan ini dan menuntut dia berbicara dan bertindak pada masalah-masalah yang lebih penting dan mendesak,” katanya, menunjuk perang narkoba yang mematikan, inflasi dan sengketa wilayah dengan China.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bodohfilipinaHarry RoqueinjilkatolikopiniRodrigo Dutertetuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pekerja Jerman Ini Dicurigai Meracuni Makanan 21 Koleganya Hingga Mati
Tulisan selanjutnya Meski Ditentang Rusia, Iran dan Suriah, OPCW Kini Berwenang Menyebut Pelaku Serangan Kimia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?