Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Etnis Rohingya adalah orang-orang Bangladesh, kata Suu Kyi pada David Cameron

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 September 2019 17:26 5:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2019 22:15
Bagikan
Mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron
Bagikan

Hidayatullah.com-Mantan Perdana Menteri David Cameron telah menulis kekecewaannya dengan penasihat negara Myanmar Aung Saan Suu Kyi terkait persekusi Muslim Rohingya di negara tersebut, terutama atas klaimnya bahwa “mereka adalah orang-orang Bangladesh”.

Cameron mengenang pertemuannya pada tahun 2013 dengan Suu Kyi dalam memoarnya, ‘For The Record’, yang dirilis pada Kamis. Pemimpin Myanmar itu didambakan oleh negara-negara Barat karena perjuangan pro-demokrasinya namun sekarang menjadi orang yang dihinakan karena tidak mengecam atau bertindak terkait masalah Rohingya.

“Kekecewaan datang dari Burma. Saya telah mengunjungi kediktatoran militer yang telah lama berkuasa pada tahun sebelumnya, tepat setelah negara itu mengambil langkah pertamanya menuju demokrasi dengan menyelenggarakan pemilu sela. Tidak ada Perdana Menteri Inggris yang berkunjung ke sana sejak kemerdekaan pada tahun 1948,” katanya dikutip Hindustantimes.
Inggris terus menyebut negara itu dengan nama lamanya, Burma.

Cameron menulis: “Saya bertemu dengan juru kampanye pro-demokrasi Aung San Suu Kyi, yang akan mencalonkan diri sebagai presiden, dan merenungkan bagaimana kisahnya yang luar biasa: dari lima belas tahun tahanan rumah hingga mengubah negaranya menjadi negara demokrasi”.

“Namun, pada saat dia mengunjungi London pada Oktober 2013, semua mata tertuju pada Muslim Rohingya negaranya, yang diusir dari rumah-rumah mereka oleh kaum Buddha Rakhine. Terdapat kisah pemerkosaan, pembunuhan dan pembersihan etnis. Dunia sedang menyaksikan, Saya mengatakan padanya. Jawabannya mengatakan: ‘Mereka bukan benar-benar orang Burma. Mereka adalah orang-orang Bangladesh.’ Dia menjadi pemimpin de facto pada tahun 2015, dan kekerasan terhadap Rohingya berlanjut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Membahas masalah hubungan luar negeri selama masa jabatannya sebagai perdana menteri dari tahun 2010 hingga 2016, Cameron, yang mengundurkan diri tidak lama setelah pemungutan suara referendum 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa, mencatat bagaimana dinginnya hubungan Inggris dengan China setelah dia menemui Dalai Lama di London pada tahun 2012.

“Rasa frustrasi datang dari Tiongkok. Setiap tahun, Dalai Lama mengunjungi Inggris dan meminta pertemuan perdana menteri. Mengingat bahwa China tidak mengakui kemerdekaan Tibet (Inggris juga tidak mengakui), dan bahwa sampai saat ini ia menjalankan pemerintahan alternatif di pengasingan, pertemuan seperti itu akan menjauhkan orang-orang yang kami sedang coba mengembangkan hubungan”.

“Tapi selain politik, biksu tua ini yang mengajarkan perdamaian dan kebaikan adalah pemimpin sebuah agama. Jadi saya katakan saya akan menemuinya bukan sebagai pemimpin politik tetapi sebagai pemimpin agama, di Katedral St Paul, di mana ia menemui Uskup Agung Canterbury ”.

“Kantor Luar Negeri mengatakan China akan berpura-pura tidak setuju tentang hal ini selama beberapa bulan, tetapi itu akan reda. Sebaliknya, duta besar kami di Beijing dipanggil untuk menerima keluhan, dan pemerintah Tiongkok mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan kami ”.

“Kunjungan menteri dibatalkan di kedua pihak. Pembekuan itu berlangsung delapan belas bulan, dan baru berakhir ketika George Osborne diundang untuk berkunjung pada Oktober 2013”, tulis Cameron.

Cameron tidak bertemu dengan Dalai Lama lagi, memunculkan kritik dari pemimpin spiritual Tibet pada tahun 2015 yang dia menyerah terhadap tekanan China dengan imbalan perdagangan dan hadiah finansial: “Uang, uang, uang. Semua tentang itu. Di mana moralitas?”*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung Saan Suu KyiBangladeshburmaDavid CameroninggrismyanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gerakan Perempuan Hamas: Penindasan Perempuan Palestina Terus Berlanjut, Dunia Membisu
Tulisan selanjutnya Jelang Sidang Umum AS Usir Perwakilan Diplomatik Kuba untuk PBB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?