Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Usai Aksi Tutup Mulut Tolak Larangan One Love, Jerman Kalah dari Jepang

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 23 November 2022 23:36 11:36 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 23 November 2022 23:35
Bagikan
ban kapten lgbt jerman
Bagikan

Hidayatullah.com — Sebelum bermain, timnas Jerman berpose menutup mulut sebagai protes terhadap larangan ban kapten “OneLove” yang mendukung LGBT.

Daftar isi
  • Baca juga: Tidak Hargai Qatar, Presenter BBC Ngotot Pakai Ban Lengan LGBT
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Aksi protes itu mereka lakukan pada sesi foto tim sebelum pertandingan melawan Jepang di Stadion Khalifa International, Doha, Rabu (23/11/2022). Hal ini menyusul larangan FIFA mengunakan ban kapten “OneLove” berwarna pelangi, simbol LGBT dan keragaman.

Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pun memberikan penjelasan terkait pose tutup mulut para pemain Timnas Jerman di Piala Dunia 2022.

Menurut DFB, pose foto tutup mulut adalah bentuk protes terhadap pembungkaman di Piala Dunia 2022. DFB turut membahas pelarangan memakai ban kapten pelangi ‘One Love’ di Qatar.

“Kami ingin menggunakan ban kapten kami untuk mempertahankan nilai-nilai yang kami anut di tim nasional Jerman: keberagaman dan saling menghormati,” tulis keterangan Instagram resmi DFB dikutip Rabu (23/11/2022).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Menolak ban kapten sama dengan menolak suara kami. Kami ngotot atas sikap kami,” lanjutnya.

Ternyata, aksi pose membungkam mulut itu menjadi senjata makan tuan. Sehabis pertandingan Jerman keok dibungkam Jepang dengan skor 1-2.

Jepang lebih dulu tertinggal satu gol usai Jerman mendapat hadiah pinalti yang dieksekusi oleh Gundogan dengan baik. Skor tetap begitu hingga babak pertama berakhir.

Timnas Jepang akhirnya bisa menyamakan kedudukan pada menit ke 75. Bola liar tepisan Neuer berhasil dia manfaatkan hingga berbuah gol.

Pada menit ke-84, Jepang berhasil membalikkan skor menjadi 1-2 usai Takuma Asano membobol gawang Neuer.

Jerman termasuk dari 7 negara Eropa yang semula akan mengenakan ban kapten yang mendukung LGBT. Namun batal setelah FIFA mengancam akan mengkartu kuning pemain yang mengenakan ban kapten tersebut.

Nancy Faeser

Laga itu juga ditonton Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser yang nampak mengenakan ban lengan pelangi “OneLove”.*

Baca juga: Tidak Hargai Qatar, Presenter BBC Ngotot Pakai Ban Lengan LGBT

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:lgbtpelangiPiala Dunia 2022Piala Dunia 2022 QatarPiala Dunia QatarQatartuan rumah piala dunia 2022
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya afghanistan negara bebas Hukuman Cambuk Mulai Diterapkan Taliban di Afghanistan
Tulisan selanjutnya Turki Suriah Pasca Serangan Bom, Erdogan Isyaratkan Serangan Darat ke Suriah dan Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Serangan rudal Iran di Tel Aviv Israel
Berita

Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Berita
8 Juni 2026 19:30
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?