Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sebuah Sekolah Darurat di Pengungsian Lhokngah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Januari 2005 08:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lahan seluas satu hektar dengan beberapa bangunan asrama dan mushallah, masing-masing dengan ukuran 8 X 6 itu dipenuhi para pengungsi. Tidak kurang dari 500 orang tinggal di tempat itu. Di luar bangunan itu berdiri beberapa tenda yang juga dipenuhi pengungsi. Total jumlahnya tidak kurang dari 2000 jiwa, dari sejumlah pengungsi yang tinggal di tempat itu, 25%-nya adalah anak-anak.

Kehidupan di tempat pengungsian Lhokngah akibat bencana tsunami tiga pekan lalu memang belum sepenuhnya memadai. Persoalan sanitasi, kebutuhan logistik dan kemungkinan munculnya penyakit di tempat pengungsian masih jadi persoalan. Namun itu semua tidak menghalangi penyelenggaranan pendidikan. Sebuah kesepakatan universal bahwa dalam keadaan darurat bagaimanapun– termasuk perang maupun bencana alam– layanan pendidikan kepada anak-anak tidak boleh berhenti.

Hari ini, Senin (10/1/05) anak-anak yang tinggal di pengungsian Lhokngah mulai mendapatkan pendidikan lagi, setelah tiga minggu mereka tinggal di tempat pengungsian. Mulai hari ini sekolah darurat di lokasi pengungsian itu diselenggarakan. Sebuah mushallah ukuran 8 X 7 meter persegi, ketika jam belajar dialih fungsikan menjadi kelas. Ada 20-an anak yang mengikuti pembelajaran di tempat itu.

Tempat lainnya adalah tenda-tenda berkapasitas 10 – 15 siswa yang memang dipersiapkan untuk kelas. Mereka menikmati suasana belajar meskipun dengan alas seadanya. Jumlahnya tidak banyak, hanya lima buah tenda. Selebihnya mereka belajar di bawah pohon. “Belajar dimanapun bisa, yang penting terhindar dari sengatan panas matahari,” kata Ustadz Abdul Harits, penanggung jawab di Kamp Pengungsian Lhokngah.

Menurut Harits, pendirian sekolah darurat harus memperhatikan keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, termasuk sanitasi dan air bersih. Agar pemulihan kegiatan belajar tidak terganggu. Disamping itu sekolah tenda harus dekat dengan lokasi pengungsian agar orang tua yang masih dihantui trauma kehilangan anggota keluarga tidak merasa dipisahkan dari anak-anaknya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Untuk kelangsungan penyelenggaraan sekolah darurat ini, sejumlah guru sudah disiapkan. Empat tenaga guru dari Sekolah Integral Luqmanul Hakim Surabaya, sudah datang sepekan lalu, ditambah lagi lima orang tenaga guru dari Madrasah Marhamah Balikpapan juga tiba di tempat itu. “ Selain itu beberapa orang pengungsi yang ada di Lhokngah yang sebelumnya berprofesi menjadi guru juga turut mengajar mereka,” kata Asih Subagyo kordinator Posko Hidayatullah Peduli di Banda Aceh.

Menurut Asih, model pembelajaran yang berikan pada empat pekan ke depan dengan satu tujuan, rehabilitasi mental. Yakni menghilangkan trauma psikologis akibat bencana yang menimpa mereka. Intinya, bagaimana mengubah suasana Aceh yang menakutkan menjadi damai dan menyenangkan. Caranya pembelajaran dengan memperbanyak permainan. Pola seperti ini selama ini dikenal dengan pola Joy Learning.

“Kami juga melakukan model Pendidikan Integral Darurat untuk anak-anak yang ada di kelas 1-5 SD, 1-2 SMP dan 1-2 SMA. Sedangkan untuk kelas akhir seperti 6 SD, 3 SMP, 3 SMA model pembelajaran yang digunakan adalah model bimbingan belajar,” kata Asih. Menurutnya, pembelajaran model bimbingan belajar untuk kelas akhir ini diperlukan agar mereka tetap bisa mengikuti ujian akhir di sekolah yang menyelenggarakan kelak.

Namanya saja sekolah darurat, masih banyak kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan sekolah darutat ini. Misalnya alat tulis, buku pelajaran dan masih banyak lagi. “Kami menunggu bantuan dari masyarakat dan pemerintah,” tambah Asih Subagyo. (Har)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 50 ribu rupiah Dari Pemprov Sulsel untuk Tiap Pengungsi
Tulisan selanjutnya Indonesia berada di Zone Gempa Risiko Tinggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Berita
21 Juli 2026 06:30
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Terbaru

  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?