Hidayatullah.com–Sebenarnya terdapat beberapa negara Islam yang memiliki industri vaksin seperti Malaysia, Mesir, Tunisia, dan Pakistan, tetapi keunggulan Indonesia terletak pada prakualifikasi yang diperoleh dari WHO.
Setidaknya lima jenis vaksin produksi Bio Farma milik BUMN ini telah mendapat prakualifikasi WHO, seperti polio, campak, hepatitis B, BCG, dan DTP (Difteri, Pertusis dan Tetanus). Kelima vaksin itu tergolong dalam vaksin dasar yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara berkembang.
“Rata-rata negara Islam masih merupakan negara berkembang, misalnya Afghanistan, Pakistan, Nigeria, dan Mali. Jadi vaksin kita sangat cocok untuk mereka,” tutur Dr. Bambang H. Djalinus, Kepala Divisi Survailans dan Evaluasi Produksi PT Biofarma di Jakarta beberapa waktu lalu.
Karena keunggulannya itu, kini Indonesia telah mengekspor vaksin dan bekerja sama dalam pengembangan vaksin dengan Iran dan Malaysia. Selain itu vaksin-vaksin produksi Bio Farma juga diekspor ke Afghanistan, Pakistan, Mali, dan Nigeria.
“Tetapi tujuan menjadi pengekspor vaksin bagi negara-negara Islam, bahwa kami ingin membawa negara-negara Islam mandiri di industri vaksin,” tegas Bambang, sebagaimana dikutip Antara.
Untuk membangun industri vaksin di negara-negara Islam lainnya masih butuh waktu yang panjang. Bio Farma sendiri telah menghasilkan 1,7 miliar dosis vaksin pada 2010.*