Hidayatullah.com—Diperkirakan hari Sabtu (10/12/2011) malam terjadi fenomena alam berupa gerhana bulan. Pada malam Ahad itu, masyarakat di seluruh Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan total yang akan berlangsung selama 51 menit 8 detik.
Menurut Kepala Observatorium Bosscha, Hakim L. Malasan, peristiwa ini akan bisa disaksikan dengan mata telanjang mulai pukul 18.33 WIB-00.29 WIB. Puncak gerhana diprediksi berlangsung pada pukul 21.06 WIB-21.57 WIB.
“Berbeda dengan gerhana bulan total pada Juni lalu yang berlangsung selepas tengah malam, masyarakat bisa menikmati fenomena gerhana bulan total kali ini karena waktunya berlangsung sebelum jam tidur. Jadi, jangan lewatkan fenomena langka ini,” katanya dikutip laman Pikiran Rakyat (PR), Rabu (07/12/2011).
Hakim menuturkan, gerhana bulan tersebut dapat disaksikan sekitar 22 derajat di arah utara. Saat mencapai puncak gerhana, bulan akan benar-benar tertutup dan akan tampak latar belakang bulan yang bernuansa kemerah-merahan akibat pembiasan cahaya matahari ketika menembus atmosfer bumi.
Pada gerhana bulan kali ini, bulan tidak melintasi pusat umbra (bayang-bayang) bumi sehingga durasinya lebih cepat dibandingkan dengan gerhana pada Juni lalu yang berlangsung selama 101 menit. Meski demikian, masyarakat memiliki kesempatan yang baik untuk menyaksikan gerhana bulan kali ini karena akan berlangsung sebelum tengah malam.
Sementara itu, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya, M Yunus mengajak umat Islam di seluruh Indonesia melakukan shalat kusuf (gerhana bulan) yang merupakan sunnat mua’kkad.
“Saya mengajak umat Islam melakukan shalat, karena kita disunnahkan mengerjakannya,” ujarnya Yunus kepada hidayatullah.com.
Yunus mengutip sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Asy-Syaikhan di mana Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah.”
Shalat gerhana dikerjakan dua rakaat dengan dua ruku’ pada setiap rakaat. Dilakukan berjamaah di masjid, dan disunnatkannya ada khutbah yang disampaikan setelah shalat.*