Hidayatullah.com- Beberapa hari pasca Rapat Kerja Nasional II Ikatan Mahasiswa Hidayatullah Indonesia (IMHI), Ketua IMHI Supardin bersilaturrahim dengan Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad di Depok, Jawa Barat. Dalam pertemuan non-formal itu, Supardin menyampaikan sejumlah laporan perkembangan organisasi kemahasiswaan yang dipimpinnya, juga terkait keberlangsungan Rakernas II IMHI.
Menurut Supardin, beberapa cabang IMHI sudah berdiri di sejumlah daerah di Indonesia. Bukan cuma di tiga perguruan tinggi (PT) milik Hidayatullah, tapi juga di sejumlah PT di luar itu, di antaranya di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
Pimpinan Umum Hidayatullah pun menyambut positif perkembangan IMHI selama ini.
“Harusnya memang ada yang begitu, ada yang menggalang (IMHI) di kampus-kampus,” sambutnya.
Selain menyampaikan laporan singkat, Ketua IMHI juga melakukan sharing dengan pengganti (alm) KH. Abdullah Said itu.
Supardin yang juga mahasiswa STIS Hidayatullah berharap dukungan dari ormas induk bagi organisasi yang diamanatkan kepadanya.
Selanjutnya, Pimpinan Umum Hidayatullah berharap agar IMHI lebih selektif dalam merekrut anggota dan tidak mengajak sembarang orang masuk. Hal ini demi menghindari banyaknya pihak yang berkepentingan dan tidak bertanggung jawab.
“Apalagi sekarang (suhu) politik panas,” himbaunya.
Sebagai informasi, Rakernas II IMHI yang bertemakan “Realisasi Peran Mahasiswa Hidayatullah dalam Upaya Membangun Indonesia Sejahtera” digelar di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok pada 9-11 Maret lalu.
Dalam gelaran tahunan ini, dihasilkan sejumlah program untuk satu periode ke depan.
Rakernas tersebut dibuka oleh Sekjen Pimpinan Pusat Hidayatullah Ir. Abu A’la Abdullah dan ditutup mantan Ketua Dewan Syuro Hidayatullah periode 2010-2012 Ir. Abdul Aziz Qahar, yang juga Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Hadir dalam gelaran ini puluhan mahasiswa dari STIE Hidayatullah, Sekolah Tinggi Luqman Al-Hakim (STAIL) Surabaya, STIS Hidayatullah, UGM dan Unmul.*