Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kepedulian pada Agama, termasuk Kepedulian terhadap Bangsa

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 April 2014 11:24 11:24 am
Ahmad
Dipublikasikan 15 April 2014 11:09
Bagikan
Aktivis PII memberi dukungan moral pada pelajar Bali yang dilarang gunakan jilbab
Bagikan

Hidayatullah.com– Dosen Universitas HAMKA (UHAMKA), Jakarta, Alfian Tanjung mendorong para pemuda peduli atas nasib umat Islam. Kepedulian pada umat sama dengan kepedulian bangsa.

Di hadapan kaum muda Quranic Generation (Q-Gen), Tebet, Jakarta, ia mencontohkan kebijakan ongkos perjalanan haji di negeri Jiran Malaysia. Yang menurutnya, biayanya lebih murah. Berbeda jauh dengan Indonesia.

“Padahal Malaysia umat Muslimnya hanya 60 persen. Tapi yang 60 persen itu pengendali politik dan bisnis di sana. Dan itu karena DPR Malaysia yang memperjuangkan umat Islam di sana,”ucapnya menegaskan. Menariknya, Indonesia dengan jumlah Muslim lebih dari 80 persen, dinilai tidak punya “gigi” di hadapan penguasa.

Larangan siswa berjilbab di sekolah di Bali dan belum turunnya izin Polisi Wanita (Polwan) berjilbab, juga di antara segelintir contoh betapa lemahnya persatuan umat.

Bukti kelemahan ini terbawa pada pesta rakyat, Pemilu 2014 lalu. Menurut Alfian, cukup banyak Ormas Islam yang menganjurkan kadernya tidak mencoblos.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kita ini berada dalam keadaan umat Islamnya terhina, suka atau tidak suka. Sesungguhnya orang lain itu bekerjasama untuk menghancurkan Islam. Nah kita sendiri kemana?” Alfian mempertanyakan kepedulian umat Islam.

Pelarangan penggunaan jilbab tahun 80-90-an menjadi contohnya. Alfian menceritakan betapa perjuangan berjilbab di Indonesia itu berjalan dengan darah dan air mata. Perlawanan pertama terhadap jilbab dimulai oleh mahasiswi ITB tahun 1971.

“Dia dibully, dicemooh, dibilang kudisan, dijauhi oleh teman-temannya,”ucap Alfian menceritakan kisah para pengguna jilbab di era 70-80-an.

Salah satu teman sekelas Alfian saat SMA, namanya Susi,  ia turut mendapat imbas dari kebijakan pelarangan jilbab sebelum tahun 1991. Oleh gurunya, ia bahkan diminta melepas jilbabnya di depan teman-temannya sekelas.

Pada waktu itu para kepala sekolah diiming-imingi naik jenjang dua tingkat lebih tinggi jika berhasil melarang murid sekolah berjilbab.

Proses pengajuan izin berjilbab mulai diajukan pada tahun 1977. Beberapa Ormas Islam, termasuk Pelajar Islam Indonesia (PII), mendesak pemerintah agar mengeluarkan izin berjilbab. Setelah 14 tahun, tepatnya tahun 1991 izin berjilbab diberi payung hukum dengan pengesahan UU yang membolehkan Muslimah berjilbab.

Melihat sejarah bangsa seperti ini ia mengajak para pemuda segara bangkit. Umat seharusnya tidak perlu antipati terhadap Islam.

“Memang kita tidak mengurusnya langsung sebagai problem solver, tapi minimal ada jiwa Islam,”ucapnya tandas.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jilbablarangan jilbabPII
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aliansi Ormas Islam dan OKP di Aceh Desak Parpol Islam Berkoalisi
Tulisan selanjutnya Indonesia Perlu Pemimpin yang Tak Putus Shalat Malam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?