Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Waspada, Indonesia Dalam Penjajahan Rokok Industri Asing

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2015 08:09 8:09 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Oktober 2015 09:16
Bagikan
Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Melawan Kebohongan Industri Rokok
Bagikan

Hidayatullah.com- Sekretaris Jenderal (Sekjend) Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Melawan Kebohongan Industri Rokok, Herry Chareiansyah, SH, MH mengungkapkan beberapa kebohongan yang selama ini dilakukan industri rokok di Indonesia.

“Kebohongan tersebut kurang mendapat perhatian khusus dari masyarakat Indonesia sebagai konsumen rokok,” kata Herry saat konpers di Warung Kopi Sruput, Jalan Kemang Raya 88, Jakarta Selatan, Kamis (08/10/2015).

Salah satu kebohongan yang dilakukan industri rokok, kata Herry, terkait jumlah pekerja atau petani tembakau di Indonesia. Di mana, para industri rokok selalu menyebutkan bahwa jumlah petani tembakau di Indonesia ada sekitar dua juta orang.

Pernyataan itu, selalu digunakan industri rokok sebagai tameng agar usaha mereka tidak ditekan atau diatur pemerintah. Bahkan pelaku industri rokok selalu berdalih jika produksi rokok ditekan maka, akan membuat dua juta orang itu kehilangan pekerjaannya.

“Padahal petani tembakau yang saat ini ada di Indonesia berjumlah 500 ribu saja. Angka tersebut berjumlah satu per empat dari data yang dipunyai industri rokok. Bahkan berdasarkan data tahun 2013 jumlah pekerja rokok dan petani tembakau di Indonesia berkisar 280 ribu orang,” ungkap Herry.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lebih lanjut, Herry menuturkan bahwa bahan pembuatan rokok di tanah air semuanya hasil impor dari luar negeri. Maka, menurutnya, para petani saat ini banyak yang berhenti memanen tembakau.

Herry juga mengugkapkan kebohongan lainnya yang ditunjukkan industri rokok yaitu soal nasionalisme dalam menjalankan produksi rokok. Di mana industri rokok selalu mengklaim bahwa mereka merupakan industri yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme.

Industri rokok juga selalu menegaskan bahwa sahamnya 100 persen milik lokal. Mereka justru menuding orang-orang yang menentang industri rokok sebagai antek dari perusahaan asing yang mau masuk ke Indonesia dan ironisnya publik malah mempercayai hal tersebut

Padahal, menurut Herry, 80 persen pasar industri rokok Indonesia saat ini telah dikuasai asing. Sebagaimana diketahui Sampoerna sudah dikuasai Philip Morris, Gudang Garam dibeli Jepang, Djarum pun sudah dibeli Japan Tobacoo dan sebagainya.

“Saat ini kita dalam masalah penjajahan rokok oleh industri asing,” tandasnya prihatin.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:industri rokokKoalisi Rakyat Bersatumelawan kebohongan industri rokok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Rusia atas Suriah Dinilai Memperjelas Haq dan Bathil
Tulisan selanjutnya Inilah Alasannya Mengapa Tarif Go-Jek Bisa Murah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?