Hidayatullah.com– Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah mengkhianati perjuangan kaum Tionghoa di Indonesia selama ini.
Hal itu diungkapkan aktivis Tionghoa, Zeng Wei Jian (Ken Ken), pada Seminar ‘Permasalahan China/Tionghoa dalam Konteks Integrasi Nasional’ di Kantor Komnas HAM, Jakarta, baru-baru ini.
Sejak Ahok terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, 2012 lalu, kata Ken Ken, seharusnya persoalan rasial dan sentimen anti Tionghoa tak ada lagi.
Aktivis Tionghoa Zeng Wei Jian: Ahok Menista Agama tak Bisa Ditolerir
“Saya kira, harusnya kalau ada orang keturunan Tionghoa yang menjadi pemimpin eksekutif, persoalan rasial dan sentimen-sentimen anti Tionghoa sudah selesai,” ujarnya, lansir kantor berita Islam asosiasi JITU, Islamic News Agency (INA).
Tapi faktanya kemudian, terang Ken Ken, setelah Ahok berperan sebagai pejabat publik, yang muncul justru slogan-slogan anti China.
“Malah jadi marak bahkan lebih marak dari sebelumnya. Itu, kan, kemunduran,” katanya.
Tuduhan Aksi 411 Bayaran, Tokoh Tionghoa segera Laporkan Ahok ke Polda Metro Jaya
Menurutnya, sikap Ahok yang membangkitkan sentimen rasial tersebut bertentangan dengan apa yang diperjuangkan kaum Tionghoa selama ini.
Kata dia, sejak era reformasi di Indonesia, kaum Tionghoa berjuang agar bisa turut berpartisipasi di publik secara lebih luas.
“Ahok mencederai dan mengkhianati itu,” tukasnya.
Aktivis Tionghoa Menilai Proses Hukum Ahok Sarat Dimensi Politik
Ken Ken mengungkapkan, pribumi dan warga keturunan sudah berdampingan lama dan tidak ada masalah. “Bahkan sudah seperti saudara,” pungkasnya.*