Hidayatullah.com– Muslimin Filipina diajak untuk mencontoh dayah-dayah atau pesantren tradisional yang ada di Aceh.
Demikian ajakan Mudir Dayah Darul Ihsan, Tgk Muhammad Faisal Sanusi saat memberikan materi tentang “Kurikulum Dayah Aceh berbasis Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai benteng antisipasi radikalisme” di Royal Mandel Hotel, Davao City, Filipina, Ahad (11/11/2018).
Tgk Faisal adalah abang kandung dari Ketua Yayasan Tgk H Hasan Krueng Kalee, Tgk H Musannif Sanusi.
Menurut Tgk Faisal, di dayah-dayah tradisional di Aceh, diajarkan ilmu-ilmu mengenai aqidah yang benar.
“Di akhir presentasi, saya ajak kaum Muslimin Filipina untuk mencontoh dayah – dayah tradisional di Aceh, dengan berbagai ilmu yang diajarkan berupa aqidah yang benar yaitu aqidah ahlussunnah wal jama’ah al asya’irah dan mengajarkan Fiqh Syafii serta Tasawuf Sunni, agar dapat diterapkan di Filipina. Supaya dapat mengikis radikalisme sedikit demi sedikit,’ terang Tgk Faisal sebagai anggota MPU Aceh Besar ini sebagaimana disampaiakan kepada hidayatullah.com oleh Humas Darul Ihsan, Tgk Mustafa Husen Woyla, semalam.
Menurutnya, peserta Muslim Filipina sangat responsif terhadap persentasi aqidah Aswaja di Aceh dalam bahasa Arab.
Terutama katanya panitia dari Al Qalam dan United Nations Development Programs (UNDP).
“Semoga dayah Aceh bisa mendunia seperti zaman Sultan Iskandar Muda dulu, khususnya di Asia Tenggara, insya Allah,” harap dan pintanya.*