Hidayatullah.com–Suasana di depan gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Selasa (8/11/2016) pagi pukul 09.43 WIB berbeda dari biasanya. Puluhan aparat kepolisian dan TNI bersenjata lengkap tampak berjaga-jaga di sekitar gedung.
Beberapa tambahan aparat TNI bersenjata melintas di Jl Menteng Raya sekitar Gedung PP Muhammadiyah, 09.46 WIB.
Paspampres melakukan menscreening media yang akan meliput di dalam Gedung Dakwah PP Muhammadiyah.
Hanya media-media tertentu yang diperbolehkan masuk ke Gedung Dakwah PP Muhammadiyah.
Media lainnya hanya diperkenankan meliput di halaman gedung.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo diagendakan melakukan kunjungan ke PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta, Selasa pagi setelah sebelumnya mendatangi Kantor PBNU Jalan Kramat Raya guna membahas perkembangan Aksi Damai Bela Quran Jumat 04 Nopember 2016 lalu.
Didatangi Ratusan Ribu Peserta Aksi Bela Al-Quran, Jokowi Resmikan Acara Lain
Sementara itu beredar kabar kehadiran Jokowi ini akan didatangi aktivis mahasiswa yang akan menghalau kehadiran Presiden Jokowi. Namun sampai berita ini diturunkan masih belum ada tanda-tandanya.
Di luar gedung Muhammadiyah suasana seperti biasa. Lalu lintas ramai lancar. Tak terlihat ada pergerakan pengunjuk rasa.

Tepat pukul 10.00 WIB, jajaran PP Muhammadiyah sudah menunggu kedatangan Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, disambut Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Dr Abdul Multhi.
Pasca Aksi Damai Bela Al-Quran yang populer dengan Aksi Damai 411 Presiden Jokowi menggalang dan berkunjung ke tokoh ormas. Senin kemarin presiden sudah menemui jajaran PBNU. Menariknya tak menemui perwakilan umat dalam hal ini Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF MUI). Belum diketahui apa yg akan dibicarakan Jokowi dlm pertemuannya dg PP Muhammadiyah.*