Hidayatullah.com– “Saya Indonesia, saya bela Al-Aqsha!” Jargon ini diteriakkan tiga kali oleh Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, saat memulai orasinya di lapangan Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (21/07/2017).
Orasinya ini merespon penutupan Masjid Al-Aqsha, Palestina, oleh penjajah Zionis Israel baru-baru ini.
Baca: MUI Berharap Jokowi Penuhi Janji Kampanye Wujudkan Kemerdekaan Palestina
Zaitun pun mengingatkan Presiden Joko Widodo yang dulu pernah berjanji ingin memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Mari sungguh-sungguh, mari serius untuk membela Palestina. Apalagi hari ini Masjidil Aqsha dalam keadaan yang sangat memprihatinkan,” seru Wakil Ketua GNPF MUI tersebut.
Baca: Presiden Jokowi: Indonesia Mendorong Kemerdekaan Palestina
Tak hanya kepada Presiden, ia juga menyeru umat Islam dan bangsa ini untuk lantang menyuarakan pembelaan terhadap Palestina. Sebab sesuai dengan Pembukaan UUD 1945, kemerdekaan adalah hak segala bangsa, termasuk bangsa Palestina. Dan penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan.
Baca: Spirit of Aqsa Akan Tuntut Jokowi di Akhirat Jika Tak Penuhi Janjinya Soal Palestina
“Sebagai manusia, tanyakan pada diri Anda, adakah Anda masih manusia? Adakah Anda masih punya hati nurani? Ketika tidak tergerak lagi untuk membela Palestina, membela Al-Aqsha, membela kemanusiaan yang saat ini dirampas dan diinjak-injak,” sindirnya.
Orasinya ditutup dengan kembali meneriakkan jargon “Saya Indonesia, saya bela Al-Aqsha” yang kemudian diikuti oleh massa “Aksi Bela Al-Aqsha” itu.* Andi