Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamat: KTT Separatis Papua di Vanuatu Mesti Diwaspadai

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 4 Desember 2017 12:49 12:49 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 Desember 2017 08:13
Bagikan
Arya Sandhiyudha.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kelompok Separatis Papua (KSP) melalui sayap lobi internasionalnya, ULMWP (United Liberation Movement for West Papua), baru-baru ini mengadakan rangkaian pertemuan pada akhir November 2017 lalu.

Uniknya adalah, kata Pengamat Politik Internasional, Arya Sandhiyudha, mereka memilih tempat di Port Villa, ibukota Negara Vanuatu.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ini diadakan sekaligus mengevaluasi tiga tahun terbentuknya ULMWP.

Dalam kesempatan tersebut, PM Vanuatu langsung membuka KTT dengan menyatakan klaim peningkatan dukungan pada ULMWP menjadi tujuh anggota Koalisi Kepulauan Pasifik untuk Papua Barat (Pacific Island Coalition for West Papua/PICWP).

Pertemuan itu tambahnya juga dihadiri Ketua Melanesian Spearhead Group (MSG), Manasseh Sogavare dan Sekjen ULMWP, Octavianus Mote.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: UU Terorisme Juga Harus Berlaku pada Gerakan Separatis di Papua dan Maluku

Melihat perkembangan ini, Arya berpendapat, pelaksanaan KTT ULMWP di Vanuatu tidak boleh diabaikan dalam politik luar negeri Republik Indonesia.

“Ini bukan pertama atau kedua bagi Vanuatu. Negara ini berkali-kali melecehkan sikap kita terhadap isu Papua dan keutuhan NKRI. Indonesia mesti bersikap sangat tegas, bahkan apabila pemutusan diplomatik menjadi pilihan Presiden RI itu hal yang sangat wajar,” ujarnya dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com.

Menurut WNI pertama peraih Doktor Bidang Hubungan Internasional dari kampus Turki tersebut, setidaknya ada tiga kesalahan fatal Vanuatu.

“Vanuatu setidaknya telah menambah tabungan ketidaksopanan. Pertama, ini mereka ambil momen tiga tahun jelang 7 Desember 2014 ketika ULMWP membuka kantor ULMWP di sana (Vanuatu),” terangnya.

Kedua, kini mereka diizinkan melaksanakan KTT di sana.

“Ketiga, acara tersebut dibuka oleh Perdana Menteri Charlot Salwai. Tiga hal yang menunjukkan mereka tidak punya keinginan menjadi negara sahabat,” tambahnya.

Baca: Pimpinan MPR: Separatis Penyerang Polisi Papua Harusnya Disebut Teroris

Arya mengatakan, Vanuatu jangan membayangkan Papua itu bernasib seperti mereka.

“Kalau mereka Vanuatu ya memang mengalami penjajahan secara de facto, mereka hanya merasa merdeka dalam negara homogen Melanesia, namun sejatinya sumber daya alam mereka tidak ada yang dapat dinikmati oleh pemilik tanah adat dan warga asli.

Itu sangat berbeda dan tidak terjadi sama sekali di Papua apalagi setelah reformasi hingga kini sudah banyak hal progresif di tanah Papua. Jangan dia yang bercermin lalu membayangkan orang lain berwajah sama,” paparnya.

Selebihnya, menurut Arya, soal argumentasi semua hal yang dijadikan dasar propaganda sangat lemah, “Bicara Melanesia, Indonesia justru rumah Melanesia terbesar.”

Menurutnya, soal isu HAM, sesekali perlu sebagian warga negara kepulauan Pasifik yang kerap iseng dengan isu ini harus diundang kunjung ke Papua (Indonesia), biar mereka iri sendiri karena kerawanan keamanan justru lebih parah di negara mereka.

“Dalam hal isu politik dan ekonomi, apalagi. Pasca Reformasi, kebijakan politik-ekonomi untuk mengususkan Papua sangat progresif,” tambahnya.

Baca: “Blunder Twit Porno Kemlu RI akan Termaafkan, Jika Men-twit Putus dengan Vanuatu”

Maka, menurut Arya, kunci yang dibutuhkan menghadapi ancaman ini adalah komunikasi internasional yang baik.

“Kita butuh Australia sebagai sahabat kita sekaligus mitra dagang utama Vanuatu untuk menekan Vanuatu agar lebih tahu diri,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pembangunan dan Isu Internasional, MaCDIS (Madani Center for Development and International Studies) ini mengatakan, KTT ULMWP di Vanuatu ini mesti diwaspadai sebagai “gong” aktivitas selanjutnya.

“Kita harus waspadai tindak-lanjut KTT ini. Sehari setelah penutupan saja sudah langsung ada artikel 1 Desember (2017) ditulis politisi Selandia Baru, Catherine Delahunty. Jelas ada agenda-setting dan scenario-planning yang sistematis,” ungkap kepala tim pengelola 5 situs berita Papua ini.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arya SandhiyudhaCharlot SalwaiKetua Melanesian Spearhead GroupKetua MSGKoalisi Kepulauan Pasifik untuk Papua BaratKTT Kelompok Separatisme PapuaManasseh SogavareOctavianus MoteOPMOrganisasi Papua MerdekaPacific Island Coalition for West PapuaPapuaPapua BaratPengamat Politik InternasionalPerdana Menteri VanuatuPICWPpornografi di media sosialPort VillaSekjen ULMWPseparatis PapuaspamULMWPUnited Liberation Movement for West PapuaVanuatu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tanpa Sebut Rohingya Paus Fransiskus Yakin Pesannya di Myanmar Sampai
Tulisan selanjutnya MUI Imbau Pengusaha Tak Perintahkan Karyawan Muslim Gunakan Simbol terkait Natal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah shalat kepada belasan mualaf di Sekolah Mualaf Indonesia (SMI) Jalan Sendangguwo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).
Berita

Wisuda Perdana SMI Semarang, Belasan Mualaf Terima Bantuan Alat Shalat

Berita
4 Agustus 2026 14:56
Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak
Hari Pertama Saudi Education Expo 2026, Ribuan Pengunjung Padati SMESCO Jakarta
Di Era AI, Perpustakaan Menjadi Benteng Informasi Sahih
‘Israel’ Siapkan Invasi Besar-Besaran di Tepi Barat, Ancam Perlakukan Seperti Gaza

Terbaru

  • Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
  • Di Era AI, Perpustakaan Menjadi Benteng Informasi Sahih
  • Perang dengan Iran Kuras Persediaan Rudal Amerika Serikat
  • Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU
  • Pengembangan ‘Warisan Budaya’, Dalih Zionis Perkuat Cengkraman atas Tepi Barat
  • Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia
  • Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara
  • Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
  • Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah
  • Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?