Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Cendekiawan: Aceh termasuk Daerah Paling Toleran Sejak Dulu

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 14 Desember 2018 11:17 11:17 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 14 Desember 2018 11:00
Bagikan
[Ilustrasi] Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh.
Bagikan

Hidayatullah.com– Cendekiawan Aceh, Dr Muhammad Yusran Hadi Lc MA, sangat menyayangkan rilis yang disampaikan oleh Setara Institute baru-baru ini (07/12/2018) di Jakarta.

Rilis tersebut mengatakan bahwa Banda Aceh termasuk tiga kota paling intoleran di Indonesia. Pernyataan ini berdasarkan survei mengenai Indeks Kota Toleran 2018 yang dilakukan oleh Setara Institute terhadap 94 kota di Indonesia, dimana Banda Aceh menduduki peringkat kedua terendah dengan urutan ke 93.

Survei yang dilakukan sejak November 2017-Oktober 2018 ini menyimpulkan bahwa Banda Aceh sebagai kota paling intoleran di Indonesia menduduki peringkat kedua.

Yusran selaku Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) yang juga Pengurus Dewan Dakwah Aceh dan Anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, menyatakan, pernyataan Setara Institute itu tidak benar.

“Survei ini tidak didukung oleh data yang valid dan fakta yang ada. Ini jelas pembohongan publik. Ini sama saja menuduh syariat Islam yang selama ini diberlakukan di Aceh telah menciptakan kehidupan intoleran di Aceh, khususnya di Banda Aceh sebagai ibukota provinsi Aceh. Tentu saja survei ini telah melukai hati umat Islam di Aceh, khususnya di Banda Aceh,” ujar Yusran dalam pernyataannya di Banda Aceh baru-baru ini diterima hidayatullah.com, Jumat (14/12/2018).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Ulama Aceh Kecam LSM yang Tuding Intoleransi Beragama Meningkat

Yusran mengungkapkan, ia tinggal di Banda Aceh selama 40 tahun sejak lahir sampai saat ini, “belum pernah saya mendengar atau melihat konflik agama di Banda Aceh.”

Faktanya, Aceh secara umum dan Banda Aceh secara khusus termasuk daerah yang paling toleransi terhadap pemeluk agama dari dulu masa kerajaan Aceh sampai hari ini. “Selama ini, syariat Islam yang berlaku di Aceh telah memberikan kenyamanan kehidupan antar umat beragama. Hal ini diakui oleh para pemeluk agama lain,” ungkapnya.

Kehidupan beragama di Banda Aceh sangat kondusif dan harmonis. Tidak ada konflik atau keributan yang bermotif agama antar pemeluk agama dari dulu sampai hari ini. “Selama ini, para pemeluk agama saling menghormati dan menghargai,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, Banda Aceh termasuk kota yang paling toleran di Indonesia, bahkan dunia sebagaimana yang pihaknya rasakan sebagai warga kota Banda Aceh.

Baca: Dilema Mayoritas di Tengah Tuduhan Intoleransi [1]

Hal ini juga katanya seperti yang disampaikan oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah ketika mendapat kunjungan dari Forkompinda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Blitar baru-baru ini (15/11/2018).

Pada tahun 2018, jelasnya, Kementerian Agama Kota Banda Aceh bersama FKUB Banda Aceh mendeklarasikan Banda Aceh sebagai Kota ramah dan sangat kondusif kehidupan antar umat beragama.

“Ini juga diakui oleh umat Kristen, Hindu, dan Buddha yang berdomisili di Banda Aceh,” ungkapnya.

Sebelumnya pada tahun 2017, Pemko Banda Aceh menobatkan sebuah desa di Kota Banda Aceh yang bernama Gampong Mulia sebagai Gampong Sadar Kerukunan, setelah melalui penilaian tim Kanwil Kemenag Aceh dan FKUB.

“Desa ini dihuni oleh berbagai etnis dan agama (Islam, Buddha, Kristen Katolik dan Protestan). Meskipun demikian, tidak ada kasus konflik bermotif agama di desa ini sejak dulu sampai hari ini,” ujar Yusran.

Baca: Kasus Singkil Aceh, Penguasa dan Media Dinilai Lakukan Standar Ganda

Ia mengatakan, meskipun penduduk Banda Aceh hampir seratus persen Muslim, namun kebebasan beragama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing tetap diakui dan dihormati.

Tempat-tempat ibadah bagi non-Muslim diizinkan sesuai aturan izin mendirikannya. Tidak ada larangan mendirikan rumah ibadah bagi agama selain Islam kecuali bertentangan dengan aturan yang berlaku. “Begitu pula tidak ada larangan mereka beribadah di tempat ibadahnya masing-masing. Bahkan warga non-Muslim bisa tinggal berdampingan dengan umat Islam,” paparnya.

Selain itu, di Banda Aceh ada masjid, gereja, vihara, dan kelenteng. Di Banda Aceh juga ada sekolah Kristen yang bernama Metodis. Bahkan beberapa forum FKUB dari berbagai daerah di Indonesia datang khusus ke Banda Aceh untuk meniru toleransi kehidupan beragama. “Ini menunjukkan toleransi kehidupan beragama di Banda Aceh berjalan dengan baik,” terangnya.

Baca: Inilah Awal Mula Merebaknya Gereja Ilegal di Aceh Singkil

Kata Yusran, ini semua fakta yang menunjukkan kehidupan beragama di Aceh sangat toleran dan harmonis.

Maka kata dia pernyataan Setara Institute tidak benar, karena bertentangan fakta yang ada.

“Atas dasar apa Setara Institute menjadikan Banda Aceh sebagai daerah intoleransi? Jika kesimpulan ini diperoleh berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan oleh Setara Institute, maka datanya perlu diragukan dan tidak valid. Terlebih lagi bila bicara tanpa data dan fakta. Ini sama saja pembohongan publik,” ungkapnya mempertanyakan.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AcehBanda AcehDewan Dakwah AcehintoleranMIUMIMuhammad Yusran HadiSetara Institutesurveitoleran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Iqra’, Bacalah!”
Tulisan selanjutnya Survei Setara dinilai Telah Melukai Hati Warga Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?