Hidayatullah.com– Tahun baru Hijriyah merupakan momentum umat Muslim melakukan perubahan. Perubahan dari yang buruk menjadi baik. Oleh karena itu, manfaatkan tahun baru Hijriah 1441 saat ini untuk melakukan perubahan.
Hal itu disampaikan oleh KH Ahmad Shonhaji pada saat Tabligh Akbar Muharram 1441 Hijriyah di hadapan ratusan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kembang Kuning, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (04/09/2019).
Menurut Shonhaji, manusia tidak terlepas dari perbuatan dosa. Namun, Allah Yang Maha Rahman dan Rahim senantiasa menerima tobat hamba-Nya.
“Hijrah yang mudah-mudah dulu lah, misalnya hijrah lisan. Caranya banyak-banyak berdzikir mengingat Allah,” kata Shonhaji, Direktur Dakwah Dompet Dhuafa (DD).
Baca: YBS akan Gelar Hapus Tato di Lombok, Sudah 500 Pendaftar
Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Kembang Kuning, Edy Saryanto dalam sambutannya selain mengapresiasi kegiatan tersebut juga mengajak warga binaan untuk melakukan perubahan.
“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, minggu ini harus lebih baik dari minggu kemarin. Begitu juga tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” ujarnya.
Hadir pada acara tersebut, GM DLM DD, Juperta Panji Utama, Koordinator kerohanian Islam Lapas se-Nusakambangan Ustadz Hasan Makarim, perwakilan Bank Muamalat Indonesia Sukma Imam Susmono.
“Alhamdulillah saya bisa hadir di tempat ini. Kedatangan kami ke sini sebagai bukti perhatian dan dukungan Dompet Dhuafa kepada warga binaan Lapas,” kata Panji.
Baca: 24 Anak Punk Hijrah Lewat Hapus Tato di Kolong Flyover
Sementara Ustadz Hasan Makarim, menyatakan komitmennya sebagai koordinator binroh, ” Insya Allah, saya akan berupaya mendatangkan lembaga-lembaga lain yang membantu program Kalapas. Hari ini saya mengajak IMS, Dompet Dhuafa, Bank Muamalat, Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah,” katanya.
Direktur IMS, Imron Faizin, menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada IMS untuk memberikan layanan hapus tato yang ke-3 kalinya di Lapas Kembang Kuning ini,” katanya.
“Hapus tato kali ini diikuti sekitar 63 warga binaan Lapas,” imbuhnya.