Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Zionis-Israel Mendakwa Aktivis Remaja Palestina Terkemuka Ahed Tamimi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Januari 2018 09:58 9:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2018 08:50
Bagikan
Ahed Tamimi (16) dalam pengawalan ketat tentara Zionis
Bagikan

Hidayatullah.com– Zionis Israel berupaya mendakwa dengan 12 dakwaan atas diri Ahed Tamimi (16 tahun), aktivis remaja putri Palestina terkemuka yang terekam menampar dan menendang dua tentara Israel di Tepi Barat. Demikian laporan Aljazera, Selasa (02/01/2018).

Ahed Tamimi ditahan pada 19 Desember, empat hari setelah sebuah video yang menunjukkan perlawanannya terhadap sekelompok tentara di luar rumah keluarganya di desa Nabi Saleh menjadi viral.

Insiden itu terjadi setelah pasukan Zionis menembak sepupu Ahed dalam jarak dekat dan mengarah tepat ke kepalanya dengan  peluru karet.

Sepupunya yang berusia 15 tahun itu terluka, mengalami pendarahan parah dan koma selama 72 jam.

Nour, sepupu Ahed berusia 20 tahun juga muncul dalam video itu, serta ibunya, Nariman, ditangkap segera setelah itu.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Baca: [Foto] Remaja Palestina Menjalani Operasi Peluru di Kepala

Selama persidangan pada hari Senin di pengadilan militer Israel dekat Ramallah, Ahed menghadapi 12 dakwaan, termasuk menyerang tentara penjajah, mengganggu tugas tentara  dan dua kejadian pada masa lalu berupa pelemparan batu, menurut pengacaranya Gaby Lasky.

Lasky mengatakan kepada Aljazeera bahwa Nariman didakwa dengan pasal “hasutan” karena meng-upload video itu pada media sosial, serta dakwaan serangan lain.

Pengacara mengatakan bahwa dakwaan atas Ahed dan Nariman mencakup insiden-insiden pada masa lalu yang lebih lama waktunya yang tidak terkait dengan video itu.

Nour didakwa pada hari Ahad dengan dugaan menyerang tentara dan mengganggu tugas tentara, kata Lasky.

Keluarga Tamimi adalah  aktivis terkenal di desa Nabi Saleh.

Baca: Foto Viral! Puluhan Tentara Israel Bersenjata Tangkap Remaja Palestina

Kali ini adalah untuk pertama kalinya bagi Ahed  ditahan oleh pasukan penjajah, adapun Nariman telah ditangkap setidaknya sebanyak lima kali pada masa yang lalu.

Pada hari Kamis, Manal Tamimi, yang ada hubungan keluarga dengan wanita itu, juga ditangkap selama demonstrasi di luar pusat penahanan Ofer menuntut pembebasan keluarganya dan Munther Amira, aktivis Palestina menonjol lainnya    dari kamp pengungsi Aida di Betlehem yang ditangkap pekan lalu.

Lasky mengatakan bahwa dia mampu menjamin pembebasan Nour dan Manal – yang belum didakwa dengan kejahatan. Namun, para jaksa tentara penjajah Zionis hingga hari Selasa telah naik banding atas keputusan itu.

‘Ada kemungkinan Ahed akan menghabiskan banyak waktu menghadapi kasusnya’

Seperti ini usaha para ibu dan Ahed Tamimi untuk melepaskan adiknya, Muhammad dari ulah Zionis

Ayah Ahed, Bassem, mengatakan kepada Aljazeera bahwa sangat mungkin putrinya akan dijatuhi hukuman dan dipenjarakan.

“Mereka sengaja menciptakan kasus agar mereka bisa menahannya di penjara selama mungkin,” katanya.

“Saya sangat mengkhawatirkan putri saya,” tambah Bassem, yang juga telah ditangkap banyak kali oleh pasukan Israel.

“Nasibnya sekarang di tangan orang-orang yang bahkan tidak melihat warga Palestina sebagai manusia sepenuhnya.”

Lasky mengatakan kepada Aljazeera bahwa karena dakwaan terhadap Ahed, “ada kemungkinan dia akan menghabiskan banyak waktu” dalam menghadapi kasusnya.

Baca: Gadis Kecil yang ‘Meninju’ Tentara Zionis, Sarapan dengan Erdogan

Dia mencatat bahwa para remaja Palestina biasanya menghadapi sekitar enam hingga sembilan bulan penjara atas dakwaan pelemparan batu.

Kelompok hak asasi manusia, Addameer, telah melaporkan bahwa pelemparan batu adalah dakwaan yang paling umum dikenakan terhadap anak-anak Palestina.

Di Tepi Barat, di mana warga Palestina diatur oleh hukum militer Zionis Israel, pelaku pelemparan batu bisa dihukum hingga 20 tahun penjara.

Kelompok itu mengatakan bahwa Israel secara rutin menarget anggota keluarga  yang “termuda dan paling rentan” dari keluarga Palestina yang aktif secara politik untuk “menekan keluarga mereka dan seluruh masyarakat untuk mengakhiri semua mobilisasi masyarakat.”

Bassem mengatakan kepada Aljazeera bahwa Israel sedang mencoba “menghentikan Ahed karena dia adalah simbol perlawanan”.

“Israel ingin menunjukkan kepada para pemuda  Palestina lainnya apa yang akan terjadi pada mereka jika mereka mencoba melawan.”

Tahun 2012, Ahed pernah diundang makan pagi bersama dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul setelah foto dan videonya melawan tentara Zionis viral di dunia mata.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahed Tamimiisraelpalestinaramalahremaja PalestinaTepi BaratviralZionisZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahfud: Polisi Seharusnya Mudah Mengusut Kasus Penyerangan Novel
Tulisan selanjutnya Dahnil: Kalahkan Malas Bangun Subuh ke Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?