Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Israel Ancam Lakukan Langkah Sepihak Jika PBB Akui Negara Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 30 Maret 2011 08:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Israel menginformasikan pada 15 anggota Dewan Keamanan PBB pekan lalu, serta beberapa negara-negara utama Uni Eropa, jika Otoritas Palestina tetap dalam upayanya mendapatkan pengakuan pada bulan September sebagai sebuah negara dengan perbatasan tahun 1967, Israel akan meresponnya dalam bentuk serangkaian langkah-langkah sepihak sendiri.

Pejabat senior di Departemen Luar Negeri, kata pejabat direktur umum kementerian, Rafael Barak, sebagaimana diberitakan Haaretz, Rabu (30/3),  telah mengirim kabel diplomatik minggu lalu ke lebih dari 30 kedutaan besar Israel, untuk memberi petunjuk kepada mereka guna mengajukan protes diplomatik pada tingkat tertinggi dalam menanggapi upaya Palestina mendapatkan pengakuan internasional sebagai negara pada sidang Majelis Umum PBB bulan September mendatang.

Korps diplomatik Israel menyampaikan pesan bahwa dukungan pengakuan internasional, terutama oleh sebagian besar anggota Uni Eropa, mendorong Palestina untuk melupakan perundingan dengan Israel, dan bergerak lebih cepat mencari pengakuan di PBB untuk negara Palestina. Diplomat Israel menekankan bahwa langkah tersebut melanggar Kesepakatan Oslo dan tidak akan menyebabkan terjadinya pembentukan negara Palestina, bahkan jika Majelis Umum memberikan pengakuan, sebaliknya bisa menyebabkan kekerasan di antara kedua belah pihak.

Diplomat Eropa telah menyampaikan pada Haaretz bahwa pesan diplomatik tersebut telah disampaikan beberapa hari lalu. Seorang diplomat mengatakan, negaranya tidak memberikan tanggapan serius ketika ditanya langkah sepihak apa yang mungkin akan diambil.

Diplomat lain dari negara Eropa, mengatakan, lampu yang bisa menerangi dari kebuntuan negosiasi saat ini, tak lain tidak dapat dihindarinya pengakuan kenegaraan Palestina pada bulan September.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Sumber-sumber di Kementerian Luar Negeri mengatakan, belum ada keputusan yang diambil pada tahap ini atas respon Israel terhadap  pengakuan kenegaraan Palestina oleh PBB, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum mengadakan diskusi serius pada level formal bersama rekan-rekan kabinetnya. Hanya saja telah muncul ide-ide dari kubu sayap kanan di Israel yang menyarankan penerapan hukum Israel di Tepi Barat, atau menganeksasi sejumlah wilayah penting masuk menjadi bagian Israel.

September mendatang ini akan menjadi penting karena beberapa alasan. Pada September tahun lalu, Presiden AS Barack Obama mengatakan kepada Majelis Umum bahwa dia ingin melihat negara Palestina menjadi anggota PBB dalam waktu satu tahun. Selain itu, Israel dan Palestina telah sepakat pada perundingan mereka pada 2 September lalu di Washington bahwa pembicaraan mereka  akan berlangsung selama sekitar satu tahun. Ketiga, program Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad tentang institusi sebuah negara Palestina di masa depan akan selesai September mendatang.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Minggu di Ramallah bertemu dengan mantan anggota Knesset, Beilin Yossi, dan mengatakan bahwa Otoritas Palestina tidak akan terlibat dalam negosiasi lebih lanjut dengan Israel setelah September.

Sumber-sumber dari pejabat senior Palestina menambahkan, bagaimanapun, jika negosiasi berlangsung kembali sebelum September dan membuat kemajuan, Palestina akan diminta menunda upayanya mendapatkan pengakuan negara dari PBB.

Abbas mengatakan pada Beilin bahwa akan ada kemungkinan memulai perundingan dalam tiga bulan dalam upaya mencapai kemajuan sebelum September, tapi Netanyahu harus menangguhkan pembangunan pemukiman di Tepi Barat selama perundingan itu.

Pemimpin Otoritas Palestina itu menambahkan bahwa Palestina tidak akan memperbaharui kekerasan terhadap Israel, tapi mengisyaratkan kemungkinan pengunduran dirinya atau pecahnya Otoritas Palestina. Itu mungkin terjadi pada Oktober 2011.

Saat ini tidak ada kontak antara perwakilan Netanyahu dan penasihat Abbas, dan Netanyahu belum memulai mempersiapkan pembicaraan proses perdamaian.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abubakar Ba’asyir Uji Konstitusionalitas KUHAP
Tulisan selanjutnya Saudi Sebarkan 1,5 Juta Naskah Fatwa Larangan Demonstrasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?