Hidayatullah.com—Perdana Menteri Ismail Haniyah menyampaikan seruan kepada penjajah Zionis-Israel bahwa warga Gaza sangat kuat dan ancaman Negara Yahudi itu tidak akan membuatnya gentar.
“Ancaman kalian ke Jalur Gaza dan warganya bisa menjadi bencana yang tak terelakkan. Perlawanan Palestina menyembunyikan banyak hal dari apa yang kalain mampu perkirakan,” demikian pesan Haniyah.
Hal tersebut disampaikan Haniyah dalam pidato perayaan 10 tahun wafatnya As-Syahid Syeikh Ahmad Yassin, pendiri sekaligus tokoh gerakan Hamas di Gaza Ahad (23/03/2014) kemarin.
“Agresi apapun atau tindak kebodohan yang dilakukan penjajah harus dibayar mahal. Darah Syeikh Yasin masih di leher kalian wahai orang-orang Zionis,” demikian dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC).
“Kami telah membersihkan kalian dari Jalur Gaza dengan tangan-tengan kami hanya dengan sedikit senjata. Ketika itu kalian masih antek-antek di tengah-tengah kami. Sekarang, Alhamdulillah, atas izin Allah, kami lebih kuat. Perlawanan rakyat kami telah berkembang berkali lipat dan kekuatan perlawanan bertambah berkali lipat. Dan yang tersembunyi dari kalian lebih besar dari apa yang kalian mampu perkirakan.”
“Rakyat kami hari ini, jika darahnya tertumpah di sebagian besar wilayah, maka kalian akan menyaksikan apa yang menghantui kalian, kami yakin dengan kemenangan besar.”
Rakyat setia pada Hamas
Sebelumnya, para analis menyatakan bahwa partisipasi besar masyarakat dari perayaan ini memberi pelajaran bahwa perlawanan adalah jalan untuk mengembalikan al Quds dan al Aqsha.
Partisipasi masyarakat Gaza dalam acara itu memembuktikan dukungan rakyat kepada gerakan Hamas dan perlawanan, meskipun blokade ketat yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza terutama selama 8 bulan terakhir.
Pengamat politik Iyad Fawar dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) berpendapat, pesan terpenting partisipasi rakyat dalam perayaan pekan syuhada di Gaza adalah bahwa masyarakat Palestina masih setiap pada Hamas dan perlawanan.*