Hidayatullah.com–Wakil Menteri Perwakafan dan Agama Palestina, Hasan As Shifi menegaskan bahwa “Revolusi Al Quds” telah mengubah banyak hal pada tanah Palestina, itu terlihat dari (usaha) penghapusan pembatasan tempat dan waktu (di Masjid Al Aqsha) dan penggagalan rencana internal maupun eksternal yang berusaha memadamkan intifadah. Ia juga menegaskan bahwa saat ini Palestina berada pada zaman Al Quds dan perlawanan, lansir laman Safa (18/10).
Pernyataan itu datang saat berlangsungnya acara wakaf yang diadakan oleh menteri perwakafan yang bekerjasama dengan menteri pendidikan. Acara tersebut diadakan sebagai bentuk bantuan terhadap Al Quds dan Al Aqsha dengan tema “Generasi Gaza, Izzah bagi Aqsha”.
Shifi mengatakan, “ kita sedang dalam peperangan yang nyata dan terbuka dengan Yahudi dengan bersenjatakan pisau, dimana saat ini senjata itu memiliki efek yang besar terhadap pejuang yang melakukan intifadah membela Al Quds dan Al Aqsha.”
Ia menambahkan,”intifadah terjadi saat rakyat Al Quds menemukan rumah mereka dirampas, kehormatan Al Quds dihinakan, dan mereka dilarang untuk mendirikan sholat di Masjid Al Aqsha.” Ia juga menjelaskan bahwa Al Quds bukan hanya sebongkah batu akan tetapi lebih dari itu, ia adalah akidah, ibadah, sholat, nubuwwat, dan sejarah.
Ia menambahkan bahwa generasi-generasi akan membaca sejarah Al Quds yang baru, yang telah dituliskan oleh gerakan perlawanan bersenjatakan pisau dan telah membunuh rabi-rabi Yahudi, tentara, pemukim, dan para pendukungnya. Mereka lari terbirit-birit seperti kambing. Ia juga meyakinkan tidak ada kekuatan mana pun di bumi ini yang dapat menghentikan perlawanan balasan untuk melindungi Masjid Aqsha. Auliya El Haq/Kairo