Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Aktivis Palestina Terus Desak Google Maps Cantumkan Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2016 08:21 8:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Agustus 2016 08:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejumlah wartawan dan aktivis media Palestina meresmikan kampanye menuntut perusahaan Google Inc agar menambahkan nama Palestina di peta wilayah Palestina pada aplikasi Google Maps yang kini masih tercantum nama Israel.

Forum Wartawan Palestina dalam keterangannya menolak “status” tersebut dan menuntut agar memasukkan nama Palestina dan menghapus nama Israel karena dianggap sebagai entitas penjajah.

Juru bicara Google mengakui tidak ada nama Palestina. “Memang tidak ada Palestina di Google Maps,” tegasnya. Nama Palestina muncul setelah ditulis dalam kata pencarian maps di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza dan Google akan segera mengembalikan tanda khusus untuk dua wilayah itu ke maps, tegas jubir Google.

Google Sengaja Hapus Peta Palestina di Google Map

Hal di atas terlihat jelas ketika dicari nama Palestina di aplikasi Google Maps dimana map tersebut tidak memunculkan nama Palestina namun nama Israel, padahal 136 negara di PBB mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Aktivis Palestina kemudian meluncurkan hastag #PalestineIsHere untuk mengecam penghapusan nama Palestina di Google Maps.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Aktivis Palestina Muhammad Bashef meragukan alasan Google soal adanya masalah teknis. “Pihak Google mengomentari bahwa ada kesalahan dalam penghapusan nama Palestina. pertanyaan saya, apakah kesalahan teknisitu terjadi di seluruh bahasa input?!”

Palestina akan tetap menjadi negeri hakiki dan bukan Israel, tegas Muhammad.

Wartawan Palestina mencoba menyelesaikan persoalan ini melalui pengumpulan tanda-tangan dalam petisi online untuk memasukkan Palestina ke Google Maps dan kini sudah mencapai 300 ribu tandatangan dalam 24 jam.

Melalui situs change.org, dengan judul “buat Palestina di update map”, aktivis media Palestina mengajak user untuk menekan ikon voting. Mereka menilai persoalan ini bukan sekadar masalah teknis di mesin pencari namun sudah persoalan penting menyangkut seluruh bangsa Palestina dan para pejuang kebebasan.

Aktivis media Palestina ingin menghimpun 100 ribu tanda-tangan agar menjadi sarana penekan kepada Google untuk mengubah dan mengupdate peta onlinenya karena ini akan mempengaruhi pemahaman seseorang terhadap dunia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Google Mapspeta PalestinaWartawan Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr. Adian: Dimana Tuhan “Diletakkan” di Terminal 3 Ultimate?
Tulisan selanjutnya Jihad Media

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?