Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Legenda Pemuda Gaza yang Dipaksa Jadi Mata-Mata: Lebih Baik Saya Mati!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Januari 2017 16:50 4:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Januari 2017 16:50
Bagikan
Ahmad Syabir, legenda pemuda Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com–Kisah ini tentang Ahmad Syabir. Pemuda umur 17 tahun berdarah murni Gaza. Sejak lahir, penyakit liver telah bercokol di tubhnya. Jasadnya rapuh oleh penyakit yang menggerogotinya belasan tahun.

Namun di dalam tubuh yang sakit menyimpan jiwa yang ikhlas dan ruh yang kuat. Keteguhan yang mengantarkannya kepada kematian. Kematian melegenda yang hidup di hati setiap jiwa rakyat Gaza.

Dua tahun terakhir ini, penyakit Ahmad kian parah. Ditemani ibundanya, Ahmad berangkat melintasi perbatasan Bet Hanun. Mencari rumah sakit yang lebih memadai di luar Gaza.

[Video] Hampir Sebulan Terjebak di Bawah Terowongan Runtuh, 23 Pejuang Palestina di Gaza Selamat

Namun siapa sangka, Zionis melarangnya. Intelijen Zionis-Israel mencuri kesempatan dalam kesempitan. Zionis memberi syarat. Jika mau dibiarkan lewat, harus membeberkan informasi seputar Gaza; tentang identitas para para pejuang Al-Qassam dan keluarganya. Ahmad menolak.

“Ringkas saja. Mereka memintaku untuk menjadi mata-mata, maka aku jawab, aku lebih memilih mati di Gaza! Ketimbang menjual diriku kepada mereka dengan harga yang murah. Kemudian membahayakan orang-orang di negeriku,” terang Ibunda Ahmad kepada The Palestinian Information Centre (PIC) menirukan ucapan Ahmad (25/01/2017).

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Sikap serupa ditunjukan oleh sang Ibu. Kepada Zionis dia mengatakan, “Saya menolak menjual diri dengan harga murah dan melukai anak-anak di negeriku. Sebagaimana kalian selalu peduli dengan apa yang kaliau sebut negera kalian, maka saya pun akan setia kepada negera saya!” terangnya.

Tujuh Kelahiran dalam Setiap Jam di Gaza

Introgasi berlangsung selama dua belas jam. Sejak jam tujuh pagi hingga jam tujuh malam. Ahmad menghadapi introgasi itu seorang diri. Sedang sang ibu terpaksa melepaskannya karena desakan Zionis-Israel. Kemudian sang Ibu diintrogasi di ruang berbeda. Mereka memberondong Ahmad yang tegah membutuhkan penanganan medis serius itu dengan banyak pertanyaan.

Zionis menuduh kedatangannya ke Beit Hanun untuk melakukan aksi mata-mata. Dia membantah. Dia datang ke Beit Hanun tiada lain untuk mengobati anaknya.

“Suatu hal yang sangat wajar dilakukan oleh ibu manapun di dunia ini yang mencintai anaknya,” katanya.

Tanpa penanganan medis yang memadai, tidak lama setelah itu Allah Subhanahu Wata’ala memanggil Ahmad Syabir keharibaaannya  tepatnya hari Jum’at 14 Januari 2017.

“Setelah mendirikan shalat Subuh di masjid dan membaca surat Al-Kahfi,” kenang sang ibu. “Dia membuatku bahagia,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad SyabirAl-QassamBeit HanunIzzuddin al QasamLegenda Pemuda GazaMata-Mata Israelpejuang GazaPemuda Gaza
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Isi Surat Edaran Mewaspadai Syiah ‘Berkop Propinsi Sulsel’
Tulisan selanjutnya Aliansi Kerukunan Umat Kaltim: FPI Bagian dari Islam dan Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?