Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

“Hari Berkabung”: Warga Palestina Kecam Upacara Normalisasi antara ‘Israel’ dengan UEA dan Bahrain

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 15 September 2020 09:38 9:38 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 15 September 2020 09:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penandatanganan kesepakatan normalisasi antara ‘Israel’ dan dua negara Teluk akan menjadi “hari berkabung” bagi dunia Arab, ungkap Perdana Menteri Otoritas Palestina (PA) pada hari Senin (14/09/2020).  Baik PA dan Hamas, yang memimpin Jalur Gaza, telah mengutuk perjanjian yang ditengahi AS sebagai “tikaman di belakang” rakyat mereka.

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu dan diplomat utama Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain akan menandatangani kesepakatan pada hari Selasa (15/09/2020), menormalkan hubungan tanpa kemajuan dalam penyelesaian perdamaian ‘Israel’-Palestina.

“Besok, kita akan menyaksikan hari berkabung dalam sejarah dunia Arab, kekalahan lembaga Liga Arab, yang tidak bersatu tetapi terpecah,””kata Mohammed Shtayyeh pada pertemuan mingguan kabinet PA-nya, dilansir oleh Middle East Eye (MEE). “Ini akan menjadi tanggal lain untuk menambah kalender penderitaan Palestina,” tambahnya.

Ia menambahkan PA harus mempertimbangkan kembali hubungannya dengan Liga Arab karena penolakannya untuk mengutuk dua kesepakatan normalisasi yang disepakati sejak bulan lalu. Palestina telah menyerukan protes pada Selasa bertepatan dengan upacara penandatanganan dan mendesak negara-negara Arab lainnya “untuk tidak ambil bagian dalam perayaan”.

Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani dan Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed bin Sultan al-Nahyan, tiba di Washington pada hari Ahad (13/09/2020), sementara Perdana Menteri Israel Netanyahu tiba pada hari Senin di tengah seruan untuk pengunduran dirinya di ‘Israel’. Bahrain dan UEA tidak berperang melawan pemerintah Zionis, tidak seperti Mesir dan Yordania yang masing-masing menandatangani perjanjian damai setelah kalah dengan penjajah tersebut pada 1979 dan 1994.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Juga pada hari Senin, para menteri pertahanan Bahrain dan negara Yahudi mengadakan panggilan telepon pertama mereka yang diakui secara publik.  Kedua menteri membahas pentingnya perjanjian normalisasi untuk stabilitas kawasan dan “harapan bersama untuk membangun kemitraan yang erat antara kedua kementerian pertahanan”, menurut pernyataan dari kantor berita negara Bahrain BNA.

‘Israel’ dan dua negara Teluk Arab telah membicarakan peluang ekonomi dan beberapa perjanjian kerja sama bisnis telah ditandatangani.  Menteri dalam negeri Bahrain mengatakan normalisasi akan melindungi kepentingan negara dan “berdampak positif pada ekonomi kedua negara”.

Berbeda dengan reaksi di UEA, warga Bahrain secara vokal mengkritik pemerintah etelah kesepakatan itu diumumkan, menjadikan tagar “warga Bahrain menentang normalisasi” sebagai topik paling populer di media sosial.  Sementara itu, Bank Nasional Dubai (NBD), grup perbankan terbesar di UEA, menandatangani nota kesepahaman pada hari Senin dengan Bank Hapoalim ‘Israel’.

Penandatangan tersebut menandai perjanjian perbankan pertama antara pemberi pinjaman di kedua negara sejak mereka setuju untuk menormalisasi hubungan bulan lalu. “Merupakan kehormatan besar untuk menjadi bank pertama yang menandatangani perjanjian yang akan berkontribusi pada pembentukan hubungan antara kedua negara,” kata CEO Bank Hapoalim, Dov Kotler, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh NBD.

Dikatakan bahwa memorandum itu adalah “bagian dari keterlibatan yang lebih luas antara UEA dan  ‘Israel’ untuk perdamaian, dialog dan stabilitas lebih lanjut dan membangun kerja sama untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan”.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASnormalisasipalestinaUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Protes di Istanbul atas Keputusan Charlie Hebdo Kencetak Ulang Kartun Mengolok Nabi Muhammad
Tulisan selanjutnya Pemimpin Palestina Mempertimbangkan Kembali Hubungannya dengan Liga Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?