Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Ekstremis Yahudi ‘Israel’: Kami adalah Nazi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Mei 2021 20:08 8:08 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Mei 2021 19:57
Bagikan
ekstremis Yahudi, Nazi
Bagikan

Hidayatullah.com – Dalam sebuah grup pesan instan yang berhasil disusupi oleh sebuah organisasi penelitian, Ekstremis Yahudi ‘Israel’ mengakui bahwa mereka adalah “Nazi”. Mereka menggunakan layanan pesan instan dalam mengorganisir milisi bersenjata untuk menyerang warga Palestina di wilayah yang dijajah Zionis.

Pesan suara, teks, dan komunikasi lainnya menunjukkan bahwa mereka mengoordinasikan serangan di kota-kota tempat warga Palestina tinggal di dekat orang Yahudi – termasuk Haifa, Bat Yam dan Tiberias di utara, dan Ramla dan Lydd – Lod dalam bahasa Ibrani – di tengah, ke Bersyeba di selatan Israel.

Pemukim dari koloni khusus Yahudi di Tepi Barat yang diduduki juga bergabung dalam serangan terkoordinasi, dengan pengetahuan dan kolusi yang jelas dari pejabat Zionis.

Mereka berkomunikasi melalui WhatsApp dan Telegram, serta grup Facebook.

Dalam banyak kasus, pengurus grup ekstremis mengatakan mereka mengandalkan dukungan aktif atau pasif dari otoritas ‘Israel’.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Organisasi penelitian Fake Reporter dan HaBloc berhasil mendapatkan pesan dari beberapa kelompok tersebut dan melaporkan apa yang mereka temukan kepada polisi ‘Israel’ sebagai “bom waktu yang terus berdetak” seperti yang dilansir oleh Elektronic Intifada pada Rabu (19/05/2021).

“Sungguh menyakitkan mengetahui bahwa terlepas dari upaya kami, sangat sedikit yang benar-benar dilakukan,” kata pihak Fake Reporter.

“Tidak ada seorang pun di pihak berwenang yang dapat mengklaim bahwa mereka tidak tahu,” kata HaBloc.

Kami adalah Nazi

Dalam tangkapan layar dari grup yang diposting oleh Fake Reporter, anggota berbicara tentang jenis senjata dan membuat rencana tempat bertemu untuk menyerang warga Palestina dan membakar masjid. Mereka terlibat dalam rasisme yang mematikan dan hasutan terhadap orang-orang Palestina.

Pesan-pesan itu dirilis dalam konteks serangan baru-baru ini oleh ekstremis Yahudi ‘Israel’ di Palestina, rumah dan bisnis mereka ketika Zionis meningkatkan serangannya di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki selama seminggu terakhir.

“Kami bukan lagi orang Yahudi hari ini,” tulis seorang pengguna di grup Telegram berjudul “Orang-orang dari Holon, Bat Yam, dan Rishon Lezion pergi berperang.”

“Hari ini kami (ekstremis Yahudi) adalah Nazi.”

Kota-kota ini berada di pinggiran selatan Tel Aviv.

Video yang diposting oleh HaBloc dan tampaknya direkam pada 12 dan 13 Mei menunjukkan orang-orang di dalam atau menuju ke Bat Yam, beberapa meneriakkan “Matilah orang Arab.”

Pada 12 Mei, sekelompok massa Yahudi ‘Israel’ menyeret seorang warga Palestina keluar dari mobilnya dan dengan kejam memukulinya saat serangan itu disiarkan langsung di televisi.

A man was taken out of his car and beaten in Bat Yam for being suspected of being an Arab in what Israeli media is calling a lynch. I have no words. pic.twitter.com/lKjMDsOOFR

— Mairav Zonszein מרב זונשיין (@MairavZ) May 12, 2021

Korban, Said Musa, mengalami luka berat sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.

“Mereka bertanya apakah saya orang Arab, saya pikir mereka membutuhkan bantuan dan saya berkata, ‘Ya, bagaimana saya bisa membantu?’” ungkap Musa kepada seorang jurnalis ‘Israel’.

https://twitter.com/NeriaKraus/status/1393216634798608385

Dalam grup WhatsApp bertajuk “Matilah Orang Arab di Haifa – Grup Perang”, peserta grup diinstruksikan untuk membawa bendera Israel dan berkumpul di pintu masuk Kota Tua Acre, bertopeng.

Di grup WhatsApp lain berjudul “Fucking the Arabs, Afula Branch, Death to the Arabs” dengan 165 anggota, seseorang memposting gambar senjata tombak.

Dia juga menulis, “bom molotov, ini adalah senjata untuk hari ini.”

Dalam video yang diposting di grup yang sama, dua pria bertopeng, salah satunya memegang dua pisau besar, berkata, “Penusukan di kepala, teror hari ini”.

Dalam pesan lain di grup untuk anggota La Familia, seseorang menyerukan untuk membakar masjid di Lydd.

La Familia adalah klub penggemar Beitar Jerusalem yang terkenal kejam, tim sepak bola yang Sebagian sahamnya dibeli tahun lalu oleh anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi.

Penggemar klub terkenal karena sikap anti-Palestina mereka, biasanya diiringi dengan nyanyian “Matilah Orang Arab”.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekstremis yahudinaziZionis-yahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Korban Implan Payudara PIP Akan Diberi Kompensasi
Tulisan selanjutnya Pemilik Jaguar Land Rover Mengumumkan Kerugian $1 Miliar Lebih

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma

Berita
12 Juli 2026 11:25
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?