Hidayatullah.com—Pesawat-pesawat tempur ilegal ‘Israel’ menembaki beberapa wilayah di kota Beit Hanoun, utara Jalur Gaza yang terkepung pada Selasa. Menurut kantor berita WAFA, jet tempur itu menembakkan setidaknya tiga rudal, menghancurkan beberapa lokasi di kota itu.
Gumpalan asap tebal dan api terlihat, tetapi tidak ada cedera yang dilaporkan dalam serangan itu. Sebelumnya pada hari Sabtu, pesawat tempur rezim Zionis menyerang beberapa sasaran di berbagai bagian wilayah yang terkepung, seolah-olah sebagai tanggapan atas tembakan roket dari Gaza ke ‘Israel’ selatan.
Dua juta warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza – yang dikepung oleh teroris ‘Israel’ – telah melumpuhkan wilayah itu selama 12 tahun, selain serangan berulang-ulang telah menghancurkan banyak infrastruktur di daerah tersebut.
Gaza tetap berada di bawah pendudukan yang dikendalikan dari jarak jauh dan pengepungan ketat yang telah menghancurkan ekonomi lokal dan membatasi sumber pendapatan rakyatnya sehingga menyebabkan pengangguran serta kemiskinan di wilayah tersebut. Pengepungan negara teroris ‘Israel’ membuat Gaza tidak memiliki kendali atas perbatasan, perairan, atau wilayah udaranya.
Militer ‘Israel’ mengatakan serangan itu terjadi setelah peluru mortir ditembakkan dari wilayah Gaza dan menghantam sebuah bangunan industri di selatan ‘Israel’ pada Selasa pagi.
Tidak ada laporan korban luka dalam serangan udara ‘Israel’. ‘Israel’ melakukan serangan udara selama 11 hari di Jalur Gaza pada Mei tahun lalu, di mana lebih dari 260 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka.
Tiga belas warga ‘Israel’ juga tewas akibat tembakan dari wilayah Palestina selama konflik berlangsung. Kekerasan yang terburuk antara kedua belah pihak dalam beberapa tahun terakhir itu terhenti di bawah gencatan senjata yang ditengahi Mesir.*