Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

‘Israel’ Siapkan ‘Opsi Nuklir’ di Gaza, Tapi Militer Penjajah Justru Cemas Balasan Hamas

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Mei 2025 07:28 7:28 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Mei 2025 07:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Penjajah ‘Israel’ dilaporkan tengah menyiapkan operasi militer ekstrem yang disebut sebagai “opsi nuklir” jika kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan tidak tercapai sebelum 15 Mei 2025, bertepatan dengan kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kawasan Timur Tengah.

Di balik rencana invasi besar-besaran itu, kecemasan justru melanda tubuh militer ‘Israel’ sendiri: bagaimana Hamas akan membalas jika serangan diluncurkan.

Mengutip laporan Axios, kabinet keamanan Zionis telah menyetujui rencana berkode sandi “Kereta Perang Gideon”, yang mencakup invasi empat hingga lima divisi pasukan infanteri dan lapis baja, penghancuran menyeluruh terhadap infrastruktur dan jaringan terowongan Hamas, serta pemindahan hampir dua juta warga Palestina ke “zona kemanusiaan” di Rafah.

Setiap warga yang memasuki zona itu akan diperiksa ketat untuk alas an menyaring adanya hubungan dengan Hamas.

Namun, rencana ini memicu kecaman luas dari dunia internasional. Banyak pihak menyebutnya sebagai pembersihan etnis terselubung, apalagi belum ada satu negara pun yang bersedia menampung warga Palestina yang “dipaksa pergi secara sukarela” dari Gaza.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Rencana pengelolaan zona kemanusiaan oleh perusahaan swasta AS dan organisasi internasional pun semakin diragukan setelah PBB dan badan bantuan menolak terlibat.

Di sisi lain, kekhawatiran serius muncul dari jajaran militer penjajah sendiri. Mayor Jenderal Cadangan Nitzan Alon memperingatkan bahwa peningkatan operasi militer dapat memicu respons brutal dari Hamas terhadap para sandera.

Saat ini, Hamas masih menahan 59 orang, dan militer ‘Israel’ telah mengonfirmasi kematian sedikitnya 35 dari mereka. “Semakin keras serangan, semakin besar risiko para tahanan dijadikan tumbal,” ujarnya dikutip Channel 12.

Sementara itu, Trump dijadwalkan mengunjungi Arab Saudi, Qatar, dan UEA pekan depan—namun tidak akan singgah ke ‘Israel’.

Seorang pejabat AS mengakui bahwa kondisi perang membuat kunjungan ke ‘Israel’ “tidak menguntungkan secara politik.”

Fokus utama Trump disebut-sebut akan lebih pada investasi dan isu bilateral, bukan konflik Gaza. “Gaza bukan prioritas Washington saat ini,” ungkap sumber dari Teluk.

Dengan lebih dari 52.615 syahid dan 118.752 terluka sejak 7 Oktober 2023, Gaza kini berada di ambang kehancuran total. Ancaman invasi penuh, perpindahan massal, dan tekanan internasional menjadikan situasi di wilayah tersebut sebagai salah satu krisis kemanusiaan dan politik terburuk sejak Nakba 1948.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazagencatan senjatagenosida GazaHAMASHeadlineisraeloperasi militeropsi nuklirpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saham Perusahaan Aviasi Prancis Anjlok Usai Rafale Ditembak Jatuh
Tulisan selanjutnya Judi Online Duduki Kasus Kejahatan Siber Teratas 2024

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?