Hidayatullah.com—’Israel’ pada hari Senin mengumumkan telah menyelesaikan pembebasan 1.966 tahanan Palestina berdasarkan kesepakatan pertukaran dengan Hamas.
Sumber lokal melaporkan bahwa dua bus dan satu ambulans milik Palang Merah Internasional mengangkut para tahanan dari Penjara Ofer ke Istana Budaya Ramallah, di mana ratusan keluarga mereka menunggu.
Agensi WAFA menjelaskan bahwa “Palang Merah memberitahukan Kementerian Kesehatan bahwa sejumlah besar tahanan yang dibebaskan adalah lansia dan mengalami kondisi kesehatan yang sulit, selain beberapa di antaranya menderita penyakit kulit akibat pengabaian medis yang disengaja.”
Komite Internasional Palang Merah pada Senin pagi mengumumkan telah menerima 20 sandera ‘Israel’ di Gaza dalam dua tahap, dan menyerahkan mereka kepada pihak berwenang ‘Israel’. Menurut tahap pertama rencana, semua warga ‘Israel’ yang masih hidup di Gaza akan dibebaskan.
Kantor Media Tahanan Palestina mengatakan, kesepakatan ini merupakan tahapan krusial dalam upaya pembebasan tahanan dan insentif untuk melanjutkan perjuangan hingga belenggu tahanan Palestina terakhir terlepas.
“Kami memberi hormat dengan bangga dan menghormati rakyat kami di Gaza yang, dengan kesabaran dan keteguhan mereka, menulis momen hebat ini dan membuka pintu kebebasan bagi rekan-rekan kami yang dirantai dengan darah mereka,” tulis Kantor Media Tahanan Palestina.
Kesaksian para tahanan Palestina yang dibebaskan terus mengungkap skala bencana kemanusiaan di dalam penjara-penjara penjajah.
Penjajah dengan sengaja menyiksa dan menganiaya para tahanan, merampas hak-hak paling dasar mereka, meninggalkan mereka dalam kondisi fisik dan psikologis yang menghambat pemulihan mereka bahkan setelah dibebaskan.
Tahanan Palestina yang dibebaskan, Mahmoud Abu Junaid, memeluk ibunya setelah 23 tahun mendekam di penjara ‘Israel’.
Seorang tahanan Palestina lain, mengungkap kondisi mematikan yang dihadapi warga Palestina di penjara-penjara ‘Israel’.
Ia juga memperingatkan bahwa Dr. Hussam Abu Safiya masih berada di penjara-penjara ‘Israel’, mengalami penyiksaan yang berkelanjutan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya pada tanggal 9 bulan ini mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk melaksanakan tahap pertama perdamaian, yang diumumkan pada 29 September lalu.
Kesepakatan ini mencakup penghentian perang di Gaza, penarikan ‘Israel’ dari wilayah tersebut, masuknya bantuan kemanusiaan, dan pertukaran tahanan.*




