Hidayatullah.com – Penjajah ‘Israel’ telah menolak pembebasan dua dokter Palestina, termasuk direktur RS Kamal Adwan Dr. Hussam Abu Safiya dalam kesepakatan gencatan senjata terbaru dengan Palestina.
Seorang pejabat Hamas, kepada CNN, mengatakan ‘Israel’ menolak membebaskan Dr. Hussam dan Dr. Marwan Al Hams, direktur rumah sakit lapangan di Gaza.
Dr. Marwan diculik dan ditangkap oleh zionis pada bulan Juli. Sementara Dr. Hussam diculik pada 27 Demseber 2024, ketika pasukan penjajah menyerbu RS Kamal Adwan, memaksanya keluar dengan todongan senjata dan menghancurkan fasilitas medis itu hingga tidak lagi dapat beroperasi.
Baca juga: Unit Rahasia ‘Israel’ Culik Direktur Rumah Sakit Lapangan di Gaza
Sejak saat itu, dokter pediatri Palestina tersebut ditahan berdasarkan “undang-undang kombatan ilegal” Israel, yang memungkinkan penahanan tanpa pengadilan berdasarkan bukti rahasia.
Dr. Hussam Abu Safiya menjadi tokoh penting dalam sistem perawatan kesehatan di Gaza karena ia tetap bertugas di bawah kondisi ekstrem, menolak perintah evakuasi, dan terus merawat warga sipil yang terluka meskipun pemboman semakin meningkat.
Tim hukum mengatakan Dr. Hussam belum pernah disidang sejak Maret dan mengalami kondisi penahanan yang buruk, termasuk kekerasan fisik, kurangnya perawatan medis, dan isolasi.
Meski masyarakat internasional mendesak pembebasannya karena kesehatan yang semakin memburuk dan perannya dalam sistem kesehatan Gaza, penjajah bersikeras untuk mengurungnya.
Militer Israel mengklaim bahwa Dr. Hussam ditahan sebagai “tersangka” dan sedang diselidiki atas “kemungkinan keterlibatan dalam kegiatan teroris.”
Pada bulan September, Physicians for Human Rights mengatakan salah satu pengacaranya baru-baru ini mengunjungi Dr. Hussam di Penjara Ofer, sebelah barat Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, dan mendokumentasikan kondisi penahanannya.
Menurut kelompok tersebut, Abu Safiya telah kehilangan berat badan hampir 25 kilogram, menderita kudis tanpa mendapatkan perawatan yang tepat, dan menghadapi penurunan kesehatan yang parah secara keseluruhan.
Selama perang genosida ‘Israel’ di Gaza, Dr. Hussam telah kehilangan putranya ketika pasukan penjajah menyerbu RS Kamal Adwan pada 26 Oktober 2024.
Sebulan kemudian, ia sendiri terluka dalam serangan ‘Israel’ di rumah sakit tersebut, tetapi menolak untuk pergi dan terus merawat pasien.
Ia akhirnya diculik dan ditangkap pada 27 Desember 2024, ketika pasukan ‘Israel’ menyerbu fasilitas tersebut.*
Baca juga: Kesaksian Relawan AS di Gaza: Sniper ‘Israel’ Sengaja Tembak Anak-Anak




