Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Mahmoud Issa, Tahanan Paling Ditakuti ‘Israel’, Dibebaskan setelah 32 Tahun di Penjara

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2025 20:30 8:30 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Oktober 2025 20:29
Bagikan
Mahmoud Issa
Bagikan

Hidayatullah.com— Salah satu tokoh paling menonjol dalam gelombang pembebasan tahanan Palestina, Mahmoud Issa, resmi dibebaskan pada Ahad (13/10/2025) setelah lebih dari tiga dekade mendekam di penjara ‘Israel’. Pembebasannya menjadi bagian dari kesepakatan pertukaran antara Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan ‘Israel’, yang berlangsung bersamaan dengan dimulainya gencatan senjata di Jalur Gaza.

Issa, 57 tahun, segera dideportasi ke Mesir setelah pembebasannya. Media Palestina seperti Shehab News Agency menyebutnya sebagai “tahanan paling berbahaya dan bermentalitas unik,” sementara kantor berita Palinfo menggambarkannya sebagai “salah satu simbol keteguhan paling legendaris dalam sejarah gerakan tahanan Palestina.”

“Dia keluar dari penjara dengan kepala tegak. Mahmoud Issa tidak hanya bertahan selama 32 tahun, tetapi juga mewakili kehormatan seluruh tahanan Palestina,” tulis Shehab News Agency dalam laporannya, Ahad malam.

Mahmoud Issa lahir di Anata, wilayah timur Yerusalem yang diduduki. Ia ditangkap pada Juni 1993 setelah memimpin operasi militer yang menjadi salah satu aksi paling terkenal dalam sejarah perlawanan Palestina.

Pada Desember 1992, Issa memimpin sel militer Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, yang menculik seorang perwira ‘Israel’ bernama Nissim Toledano di kota Lod, ‘Israel’ tengah.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Tujuan operasi itu adalah menukar sang perwira dengan pembebasan pendiri Hamas, Syeikh Ahmad Yassin, yang saat itu ditahan oleh ‘Israel’.

Namun, setelah penjajah ‘Israel’ menolak pertukaran tersebut, Toledano ditemukan tewas, dan pasukan ‘Israel’ melancarkan operasi besar-besaran untuk menangkap para pelaku. Issa akhirnya ditangkap enam bulan kemudian dan dijatuhi tiga hukuman seumur hidup serta 49 tahun tambahan.

Dalam arsip wawancaranya di penjara, Issa pernah menulis, “Kami tidak mencintai penjara, tapi kami mencintai kebebasan. Dan kebebasan tak pernah diberikan, ia selalu diperjuangkan,” ujarnya dikutip Palinfo, 2019.

Selama lebih dari 32 tahun di balik jeruji, termasuk hampir 15 tahun di sel isolasi, Issa menjadi simbol keteguhan dan inspirasi bagi ribuan tahanan Palestina lain.

Menurut laporan Addameer Prisoner Support Association, ia sempat memimpin upaya menggali terowongan pelarian sepanjang 10 meter di bawah penjara Ashkelon pada 1996, sebelum akhirnya digagalkan oleh otoritas penjajah.

Issa juga termasuk di antara tahanan yang tidak dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran tahanan besar sebelumnya, Wafa al-Ahrar (kesepakatan Gilad Shalit) pada 2011.

‘Israel’ takut pada otak Mahmoud Issa lebih dari tangannya,” ujar seorang mantan tahanan Palestina kepada Al Mayadeen TV, menggambarkan reputasinya di dalam penjara sebagai sosok yang tenang namun berpengaruh besar di kalangan sesama tahanan.

Sebelum penangkapannya, Issa belajar di Fakultas Syariah dan Ilmu Keislaman Universitas Al-Quds di Abu Dis, namun pendidikannya terhenti karena aktivitas militernya bersama Brigade Al-Qassam.

Ia juga dikenal aktif di dunia media dan pernah menjabat sebagai direktur biro surat kabar The Voice of Truth and Freedom di Baitul Maqdis (Yerusalem).

Menurut berbagai laporan media Palestina, pembebasan Mahmoud Issa menandai bab penting dalam perjuangan panjang rakyat Palestina untuk kebebasan tahanan.

“Setiap kali seorang tahanan keluar dari penjara, itu bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga pesan kepada pendudukan bahwa waktu tidak bisa mematahkan kehendak rakyat Palestina,” tulis Palestine Chronicle dalam editorialnya, Senin (14/10/2025).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASHeadlineMahmoud IssaPenjara IsraelTahanan Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Recep Tayyip Erdogan setahun perang Gaza Erdogan akan Galang Dukungan Dunia Rekonstruksi Gaza dan Peringatkan ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Kemkomdigi dan OJK Kembali Blokir Puluhan Ribu Rekening Judi Online

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?