Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

‘Israel’ Hina Arab Saudi: “Teruslah Menunggang Kuda di Gurun jika Menolak Normalisasi”  

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2025 15:39 3:39 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Oktober 2025 15:38
Bagikan
Menteri Keuangan ‘Israel’, Bezalel Smotrich
Bagikan

Hidayatullah.com— Menteri Keuangan ‘Israel’ Bezalel Smotrich kembali menuai kontroversi setelah mengeluarkan komentar bernada menghina terhadap  Arab Saudi dalam sebuah konferensi publik pada 23 Oktober 2025. Pernyataan itu ia lontarkan ketika menanggapi kemungkinan normalisasi hubungan antara ‘Israel’ dan Arab Saudi yang selama ini dikaitkan dengan syarat pembentukan negara Palestina.

Dalam nada mengejek, Smotrich mengatakan bahwa ‘Israel’ tidak membutuhkan hubungan diplomatik yang disertai tuntutan politik dari Riyadh. Ia menegaskan bahwa ‘Israel’ akan tetap maju tanpa bergantung pada dunia Arab. 

“Jika Arab Saudi mengatakan kepada kami normalisasi dengan imbalan negara Palestina, teman-teman, tidak terima kasih. Teruslah menunggang unta di gurun pasir; kami akan terus benar-benar berkembang — dengan ekonomi, masyarakat, negara, dan semua hal hebat yang kami tahu cara melakukannya,” ujar Smotrich dalam forum yang diselenggarakan oleh Zomet Institute dan surat kabar Makor Rishon.

Pernyataan tersebut sontak memicu kecaman luas karena dianggap  rasis dan merendahkan bangsa Arab, sekaligus memperlihatkan penolakan terbuka terhadap syarat utama Arab Saudi dalam negosiasi normalisasi, yaitu pembentukan negara Palestina yang berdaulat.

Pemerintah  Arab Saudi bereaksi keras. Seorang pejabat senior Riyadh menyebut pernyataan Smotrich sebagai “cerminan karakter pemerintahan ekstrem kanan ‘Israel’” dan menegaskan bahwa  Riyadh tidak akan melanjutkan proses normalisasi di bawah kepemimpinan yang menolak prinsip kemanusiaan dan keadilan bagi Palestina.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Sumber diplomatik Saudi mengatakan kepada ‘Israel’ Hayom bahwa pernyataan Smotrich memperburuk persepsi internasional terhadap ‘Israel’ dan mengancam hubungan bilateral yang tengah dibangun dengan hati-hati. “Pernyataan seperti itu hanya memperlebar jurang dan menyinggung martabat bangsa Arab,” ujarnya.

Menyadari besarnya gelombang kritik, Smotrich kemudian mengeluarkan permintaan maaf terbuka melalui video singkat.   “Pernyataan saya tentang Arab Saudi tidak pantas, dan saya menyesal jika telah menyinggung siapa pun,” katanya.

Meski demikian, pernyataan maaf itu dianggap  tidak cukup oleh banyak pihak karena dinilai sekadar langkah politik untuk meredam tekanan diplomatik tanpa mencerminkan perubahan sikap nyata.

Pernyataan Smotrich dinilai berpotensi  menghambat proses normalisasi penjajah yang selama ini menjadi prioritas diplomasi kawasan.

Arab Saudi telah menegaskan bahwa  pengakuan terhadap ‘Israel’ hanya akan diberikan bila ada kemajuan nyata menuju pembentukan negara Palestina. Sikap keras Smotrich memperlemah harapan tersebut.

Pengamat politik Timur Tengah menilai komentar Smotrich juga mempertegas posisi sayap kanan ‘Israel’ yang menolak solusi dua negara, sebuah gagasan yang sebenarnya ditolak rakyat Palestina sendiri.

Smotrich, tokoh utama dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dikenal mendorong  ekspansi permukiman Yahudi di Tepi Barat dan menentang setiap kompromi dengan Palestina.

“Ucapan Smotrich menggambarkan mentalitas arogansi kolonial yang masih melekat pada sebagian elit politik ‘Israel’,” ujar  Dr. Lina Saeed, pakar hubungan internasional dari Universitas Yordania. 

Ia menilai, komentar seperti itu memperburuk upaya stabilisasi di kawasan, sekaligus memperkuat posisi negara-negara Arab yang menuntut ‘Israel’ untuk lebih menghormati nilai kemanusiaan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiBazalel SmotrichMenteri Keuangan Israelnormalisasipalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BPKN Panggil Direksi Aqua, Selidiki Dugaan Sumber Air dari Sumur Bor, Bukan Air Pegunungan
Tulisan selanjutnya Rahasia Sehat Imam Abu Suja’ dan Tetap Berkarya hingga Usia 160 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Berita
2 September 2026 20:18
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?