Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Akibat Lonjakan Bunuh Diri, ‘Israel’ Ubah Kebijakan Senjata Pribadi Tentara Cadangan

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 November 2025 13:42 1:42 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 November 2025 13:41
Bagikan
Tentara Israel menangisi kematian sahabatnya, Hadar Goldin
Bagikan

Hidayatullah.com— Penjajah ‘Israel’ secara resmi melarang tentara cadangan membawa senjata pribadi usai menyelesaikan masa dinas militer. Kebijakan ini dikeluarkan oleh Komando Angkatan Pertahanan ‘Israel’ (IDF) dan Kementerian Pertahanan sebagai langkah darurat untuk menekan angka bunuh diri yang meningkat tajam di kalangan personel militer.

Dalam pernyataannya, IDF menyebut keputusan tersebut bertujuan “melindungi kehidupan prajurit dan mencegah insiden tragis di luar medan operasi.”

Aturan baru ini berlaku mulai pekan pertama November 2025 dan mewajibkan setiap tentara cadangan menyerahkan senjata pribadi yang sebelumnya diizinkan dibawa pulang.

“Ini langkah preventif setelah serangkaian evaluasi internal mengenai kondisi psikologis prajurit,” kata juru bicara IDF, dikutip dari Haaretz, Senin (4/11/2025).

Menurutnya, IDF juga sedang memperluas pelatihan bagi komandan untuk mendeteksi tanda stres berat di kalangan bawahannya.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Data yang dirilis Kementerian Pertahanan ‘Israel’ menunjukkan sedikitnya 24 tentara dilaporkan tewas karena bunuh diri sejak Januari 2025, sebagian besar berusia di bawah 25 tahun. Angka itu melonjak dibanding tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata berkisar antara 10 hingga 15 kasus per tahun.

Laporan The Times of ‘Israel’ mengungkap, sebagian besar kasus bunuh diri terjadi setelah tentara kembali dari operasi di Gaza dan Tepi Barat. Banyak dari mereka dilaporkan mengalami trauma, insomnia, dan kesulitan beradaptasi kembali ke kehidupan sipil.

Kebijakan pelarangan membawa senjata pribadi bukan hal baru. Pada 2017, IDF pernah memberlakukan aturan serupa untuk personel aktif setelah meningkatnya kasus bunuh diri di barak militer.

Namun pada 2022, kebijakan itu dilonggarkan dengan alasan keamanan pribadi bagi prajurit yang tinggal di wilayah rawan serangan.

Kini, di tengah meningkatnya ketegangan politik dan operasi militer yang terus berlanjut di Gaza, IDF kembali memperketat aturan kepemilikan senjata. Para pejabat militer menyebut prioritas utama mereka adalah keselamatan jiwa prajurit, bukan sekadar kesiapsiagaan tempur.

Kelompok pemerhati kesehatan mental menyambut baik langkah tersebut, namun menilai masih ada pekerjaan rumah besar. “Larangan membawa senjata hanya menyentuh gejalanya, bukan akarnya,” ujar perwakilan ‘Israel’ Mental Health Forum. “Yang dibutuhkan adalah sistem pendampingan psikologis yang kuat dan berkelanjutan bagi seluruh personel.”

Sementara sebagian anggota parlemen ‘Israel’ menilai kebijakan ini berpotensi melemahkan kesiapan pertahanan individu, IDF menegaskan bahwa setiap prajurit tetap dapat mengakses senjata di fasilitas militer resmi bila dibutuhkan.

Sebagai bagian dari reformasi baru, IDF juga akan memperluas layanan konseling dan hotline darurat bagi prajurit aktif maupun veteran. Program ini diharapkan mampu menekan angka bunuh diri dan mengubah budaya internal militer yang selama ini menempatkan kerentanan psikologis sebagai hal tabu.

Kebijakan baru ini menandai perubahan penting dalam paradigma militer ‘Israel’ — dari fokus semata pada keamanan fisik menuju perlindungan kesehatan mental pasukan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bunuh diridinas militerIDFisraelsenjatatentara Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 4.000 Dai Diwisuda, MUI dan BI Perkuat Gerakan Ekonomi Syariah Nasional
Tulisan selanjutnya Indonesia Desak Legitimasi Internasional dalam Proses Perdamaian Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?