Hidayatullah.com – Sebagian besar sandera ‘Israel’ yang ditawan kelompok perlawanan Palestina di Gaza tewas akibat serangan penjajah sendiri, kata seorang mantan komandan militer.
“Tembakan Israel menewaskan sebagian besar sandera (tawanan) di Jabalia karena kesalahan intelijen,” kata Nitzan Alon, mantan negosiator Israel, kepada Yedioth Ahronoth pada Rabu (10/12/2025).
Alon mengatakan banyak sandera, yang tiba di Gaza dalam keadaan hidup, tewas dalam serangan ‘Israel’ yang menargetkan bangunan tempat mereka ditahan.
Ia mengatakan bahwa tiga sandera tewas dalam serangan ‘Israel’ pada Desember 2023 karena “asumsi yang salah di lapangan,” tanpa menjelaskan maksud pernyataan tersebut.
“Ketakutan yang disebabkan oleh serangan udara kami berulang kali disebutkan dalam kesaksian para sandera,” tambahnya.
Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, berulang kali menyiarkan klip video menampilkan para sandera ‘Israel’ yang meminta pemerintah Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan yang membahayakan nyawa mereka. Tetapi ‘Israel’ terus mengabaikan permintaan tersebut dan melanjutkan perang selama dua tahun.
Alon juga menanggapi aksi demonstrasi dan protes yang dilakukan oleh keluarga sandera ‘Israel’. Menurutnya “dampak protes tersebut terhadap negosiasi jauh lebih kecil daripada yang diklaim banyak orang.”
Kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober di bawah rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump, menghentikan serangan ‘Israel’ selama dua tahun yang telah membunuh lebih dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai hampir 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Tahap pertama kesepakatan tersebut mencakup pembebasan sandera Israel sebagai imbalan atas tahanan Palestina. Rencana tersebut juga membayangkan pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.
Pemerintah zionis mengaitkan dimulainya negosiasi untuk meluncurkan fase kedua perjanjian gencatan senjata dengan penerimaan jenazah semua sandera mereka. Penjajah ‘Israel’ mengklaim bahwa jenazah seorang sandera masih berada di Gaza, sementara Hamas mengatakan telah menyerahkan semua 20 sandera Israel yang masih hidup dan jenazah semua 28 sandera yang tewas.*




