Hidayatullah.com – Seorang anak syahid setelah sebuah amunisi bekas milik penjajah ‘Israel’ meledak di Gaza, Palestina. Pada insiden terpisah, empat orang termasuk anak-anak terluka akibat tembakan ‘Israel’ pada Kamis, menurut laporan pejabat kesehatan Gaza.
Pertahanan sipil di Gaza mengatakan seorang anak syahid ketika sebuah benda yang ditinggalkan oleh tentara ‘Israel’ meledak di dalam sebuah rumah di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.
Dua ledakan lagi dilaporkan di Gaza pada hari Kamis, menyebabkan kebakaran dan kerusakan material, tambah pernyataan itu.
Menurut mereka, organisasi internasional dan Pusat Koordinasi Sipil-Militer pimpinan AS menjadi yang paling bertanggung jawab atas kematian warga sipil akibat amunisi yang ditinggalkan pasukan ‘Israel’.
“Kita menghadapi penundaan dan keraguan yang tidak beralasan dalam mengatasi bahaya ini,” kata pertahanan sipil, menyebut kurangnya tindakan serius sebagai “pelanggaran nyata terhadap Konvensi Jenewa.”
Pada insiden terpisah, dua anak terluka akibat tembakan ‘Israel’ di daerah Qizan Abu Rashwan dan Batn al-Sameen di Khan Younis, Gaza selatan, menurut sumber medis.
Sebelumnya pada hari Kamis, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun terluka akibat tembakan tentara ‘Israel’ di lingkungan al-Daraj di Gaza timur, sementara seorang pemuda ditembak di Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis di Gaza selatan.
Penjajah ‘Israel’ berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dimaksudkan untuk menghentikan genosida selama dua tahun yang telah membunuh hampir 70.700 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Menurut Kementerian Kesehatan, setidaknya 395 warga Palestina telah tewas dan 1.088 lainnya terluka dalam serangan ‘Israel’ sejak gencatan senjata.*




