Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Masukkan Petinggi Hamas dalam Daftar Teroris, Amerika Dinilai Munafik Dukung Zionis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 September 2015 19:16 7:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 September 2015 17:20
Bagikan
Muhammad Dhaif adalah yang paling sulit bagi penjajah Zionis
Bagikan

Hidayatullah.com–Kementrian Luar Negeri Amerika pada hari Selasa (08/09/2015) mengumumkan Amerika telah memasukkan tiga nama pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Hamas ke dalam “daftar hitam teroris internasional”, ditambah seorang mantan tawanan asal Libanon yang telah bebas dari penjara Zionis.

Gerakan Hamas menilai keputusan Amerika ini sebagai keputusan tidak bermoral dan bertentangan dengan hukum internasional.

Menurut keterangan Kementrian Luar Negeri Amerika yang dirilis media massa, ketiga pemimpin Hamas yang masuk dalam daftar teroris adalah Komandan Umum Brigade al Qassam Muhammad Dhaif, petinggi penting al Qassam Yahya Sinwar dan anggota Biro Politik Hamas Ruhi Musytaha, ditambah seorang eks tawanan asal Libanon yang telah bebas dari penjara Zionis Samir Qinthar.

Dikutip PIC, selama seperempat abad, nama Muhammad Dhaif adalah yang paling sulit bagi penjajah Zionis dan menjadi saksi sejarah pengembangan perlawanan dan gempuran telak kepada penjajah Zionis.

Karena itu penjajah Zionis berusaha untuk membunuhnya beberapa kali. Terakhir adalah pada saat agresi Zionis terakhir ke Jalur Gaza pada musim panas tahun 2014 lalu.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Sedang Ruhi Musytaha dan Yahya Sinwar, keduanya adalah eks tawanan yang telah bebas dari penjajah Zionis melalui pertukaran tawanan antara gerakan Hamas dan Zionis dengan imbalan pembebasan serdadu Zionis yang disandera perlawanan di Gaza, Gilad Shalit pada Oktober 2011 lalu.

Adapun Samir Qinthar adalah eks tawanan asal Libanon. Termasuk tawanan paling lama mendekam di penjara Zionis. Dia dibebaskan melalui pertukaran antara Hizbullah Libanon dan Zionis pada 18 Juli 2008 bersama 4 tawanan asal Libanon lainnya yang ditangkap dalam perang Libanon tahun 2006.

Amerika Munafik

Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Hamas merasa heran dengan keputusan Amerika yang memasukkan 3 nama petinggi gerakan ke dalam daftar teroris.

Hamas menilai keputusan itu sejenis kemunafikan dan keberpihakan kepada terorisme penjajah Zionis yang terus berkelanjutan.

Petinggi Hamas Shaleh Bardawil mengatakan, sikap Amerika yang memihak kepada entitas penjajah Zionis bukanlah hal baru, tujuannya adalah untuk mengabaikan kejahatannya dan melindunginya.

Dia menambahkan, yang mengulurkan tangan kepada penjajah dan teroris Zionis dengan berbagai jenis senjata pembunuh dan jahat yang membunuh ribuan anak-anak dan wanita, menghancurkan ribuan rumah di Jalur Gaza, tidak lain kecuali dalam satu barisan teroris Zionis yang terus melakukan aksi terornya.

Menurut Bardawil sikap Amerika ini adalah jenis kemunafikan dan standar ganda, serta keberpihakan yang jelas dan terang-terangan kepada teroris (Zionis).

“Sebelum Amerika berfikir memasukkan orang Palestina sebagai teroris, harusnya melihat ke wajahnya yang buruk pada cermin, karena Amerika lah yang memproduk teroris, pembunuhan dan penghancuran di berbagai tempat di dunia,” ujar Bardawil dikutip PIC.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHAMASisraelpalestinaterorisZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tragikomedi Perang Salib dan Penghianatan Assassin (3)
Tulisan selanjutnya Tragikomedi Perang Salib dan Penghianatan Assassin (4)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?