Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Media Zionis Alihkan Isu Pengganti Metal Detector untuk Masjidil Aqsha

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2017 08:50 8:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2017 08:50
Bagikan
Pintu-pintu elektronik dan metal detector yang sudah dipasang di pintu-pintu Masjid Al-Aqsha pada Ahad
Bagikan

Hidayatullah.com–Channel 2 berbahasa Ibrani milik Zionis Israel, menukil  “sumber-sumber rahasia” bahwa polisi Israel akan membongkar kembali pintu-pintu elektronik dan metal detector yang sudah dipasang di pintu-pintu Masjid Al-Aqsha pada Ahad lalu dan akan mencari opsi lain sebagi gantinya.

Lewat situs elektroniknya, channel berbahasa Ibrani itu mengatakan pada Sabtu sore kemarin bahwa polisi Israel akan mencopot kembali pintu-pintu elektronik yang sudah mereka pasang itu dan akan menggantinya dengan pagar-pagar besi dan selanjutnya akan melakukan pemeriksaan keamanan secara manual, kepada para pengunjung yang dicurigai, dengan menggunakan metal dektektor tangan biasa, demikian dinukil laman qudspress dalam bahasa Arab, Sabtu (22/07/2017).

Namun hingga hari ini,  polisi penjajah Israel Sabtu kemarin sama sekali tidak mengumumkan  maklumat sebagaimana disampaikan situs Channel 2 milik  Israel itu.

Sebelumnya, pemerintah penjajahan Israel hari Jumat masih “ngotot” akan mempertahankan pintu-pintu elektronik yang sudah mereka pasang itu dan sampai saat ini belum ada pernyataan baru terkait hal ini.

Baca: Pemuda Palestina Lancarkan Serangan, 3 Pemukim Ilegal Israel Tewas

Menurut pengamat dan tokoh-tokoh Palestina, berita yang dipublikasikan oleh Channel 2 berbahasa ibrani itu tidak lebih dari sekedar pengalihan isu yg dilakukan oleh penjajah Israel, dengan tujua melemahkan perlawanan rakyat Palestina yang datang ke Al-Quds dan Tepi Barat untuk membela Masjid Aqsha dan menolak cara-cara penjajahan yang mereka lakukan terhadap Masjid Al-Aqsha akhir-akhir ini.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Bahwa berbagai bocoran terkait keputusan Pemerintahan penjajah Israel dipimpin Benyamin Netanyahu untuk membongkar kembali pintu-pintu elektronik itu sama sekali tidak benar,” demikian disampaikan Saleh Al-Naami, pakar  urusan Israel dikutip qudpress.

Dalam pernyataannya,  Al-Naami menyampaikan bahwa Benyamin Netanyahu bersikeras agar pintu-pintu elektronik itu tidak akan digeser dari pintu-pintu masuk Masjid Al-Aqsha, sebalik yang direkomendasikan pihak intelijen umum Israel “Shabak” agar membongkar kembali pintu-pintu elektronik itu, hanya untuk menekan perlawanan warga.

Baca: Erdogan Kecam Pelarangan Akses ke Masjid Al-Aqsha, Desak Dunia Bertindak

Al-Naami juga mengingatkan,  “misi rakyat Palestina tidak boleh gagal dan tidak lagi tertahankan kalau saja gagal” khususnya setelah Kabinet Israel memutuskan pada Subuh hari Jumat  kemarin untuk mempertahankan pintu-pintu elektronik yang dipasang pada pintu-pintu masuk Masjid Al-Aqsha.

“Suksesnya  pelaksanaan keputusan penjajah Israel ini bermakna suksesnya persiapan mereka untuk melanjutkan rencana-rencana berikutnya yang jauh lebih berbahaya lagi, seperti yang pernah mereka lalukan pada saat Israel mengambil alih masjid bersejarah Al-Ibrahimi di Kota Al-Khalil (Hebron)” yang menjadi tempat kuburan nabi Ibrahim dan Istrinya Bunda Sarah,” ujar Al-Naami.

Al-Naami menambahkan, “upaya menggagalkan putusan Israel ini tidak hanya dapat menyelamatkan masjid Al-Aqsha, melainkan juga dapat menjadi landasan pondasi politik dan sosial Palestina, yang diharapkan nanti dapat mengakhiri realita menyedihkan yang terjadi pada warga di Tepi Barat dan Gaza, secara bersamaan”.

Sabtu sore (22/07/2017) kemarin, polisi penjajahan Israel kembali melakukan penistaan terjadap kaum muslimin yg sedang shalat di depan Pintu Garbang Al-Asbaath (The Lions’ Gate) di Masjid Al-Aqsha, yang mengakibatkan jatuhnya korban luka sebanyak 57 warga Palestina, 12 diantaranya terpaksa dilarikan ke berbagai rumah sakit, seperti yang dilaporkan oleh Bulan Sabit Merah-Palestina.

Sampai pada hari ke tujuh, secara terus menerus warga Palestina menolak untuk memasuki masjid Al-Aqsha lewat pintu elektronik (metal detector) yang dipasang oleh polisi penjajah Israel pada pintu-pintu masjid suci kaum muslimin itu.

Ratusan warga Palestina berkumpul pada jam-jam siang, dan ribuan warga berkumpul pada jam-jam sore sampai malam di sekitaran pintu gerbang Al-Asbaath untuk menunaikan shalat dan menyampaikan protes dan penolakan mereka yang tidak sudi memasuki masjid Al-Aqsha lewat pintu-pintu elektronik yang dipasang Israel pada Ahad lalu.

Jumat (21/07/2017) sore kemarin, Kota Al-Quds dan berbagai kota lainnya di Tepi Barat yg sedang dijajah, terjadi demonstrasi besar-besaran dan longmarch dalam rangka Aksi Membela Masjid Al-Aqsha, sambil berhadapan  dengan pasukan keamanan penjajah Israel, yang mengakibatkan gugurnya 3 syahid dari warga Palestina dan 450 warga korban luka-luka.

Baca: Serdadu Penjajah Zionis Tembak Syeikh Ikrimah Sabri dan Jamaah Shalat Isya

Syahid ke 4 jatuh pada Sabtu sore kemarin, akibat luka parah yang diderita seorang pemuda saat berhadapan dengan pasukan penjajahan  di daerah Jabal Mafraq, Kecamatan Abu Dis sebelah timur Kota Al-Quds.

Anggota Kabinet Israelpada Subuh Jumat kemarin lusa mensahkan keputusan untuk melakukan pengamanan wajib bagi siapa saja yang akan memasuki masjid Al-Aqsha untuk shalat, dengan cara memasang pintu gerbang elektronik pada  pintu-pintu masuk masjid, di tengah seruan Palestina untuk demonstrasi “hari kemarahan” dalam menanggapi tindakan Israel baru-baru ini di Kota Yerusalem.

Bersamaan dengan itu, pasukan keamanan penjajah Israel juga meningkatkan tindakan penistaanya pada minggu ini terhadap Masjid Al-Aqsha setelah mereka menutupnya pada Jumat lusa kemarin. Penutupan itu dilakukan setelah operasi penembakan yang dilakukan warga Palestina yang menyebabkan “mampusnya” dua tentara Israel dan beberapa korban luka dari tentara Israel, dan syahidnya 3 pelaku penembakan. Setelah insiden ini, pemerintahan penjajah Israel memutuskan untuk menutup Masjid Al-Aqsha selama dua hari full, dan selanjutnya memasang pintu-pintu elektronik pada setiap pintu masuk Masjid Aqsha, yang selanjutnya mendapat respon penolakan dari warga Al-Quds yang tidak mau mengikuti prosedur keamanan ala Israel ini dan lebih memilih duduk bertahan (ribath) di pintu-pintu masjid Al-Aqsha.*/Syafruddin Ramly

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qudsal-QudsBab Al-AsbatGerakan Perlawanan Islam Hamasismail haniyahisraelKhatib Masjidil AqshaKomite Tertinggi Islam PalestinMasjidil AqshaMetal Detectorpalestinapenjajah IsraelSyeikh Ikrimah SabriZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alumni Libya: Pemerintah RI Harus Bisa Lakukan Langkah Nyata Selamatkan Al Aqsha
Tulisan selanjutnya Rasa Takut yang Benar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?