Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

[VIRAL] Mengenal Ahed Tamimi, Remaja Palestina yang Pemberani

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Januari 2018 09:56 9:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2018 09:56
Bagikan
Ahed Tamimi (17)
Bagikan

Hidayatullah.com—Adalah Ahed Tamimi (16),  mungkin namanya kurang dikenal di Tanah Air kita.  Tapi siapa sangka, remaja Palestina sangat populer di negaranya karena sikapnya sejak kecil yang begitu berani menentang tentara penjajah Israel.

Sejak kecil, Tamimi telah mulai menunjukkan sikapnya yang ditunjukkan untuk menuntut hak-hak Palestina yang terjajah.

Dua tahun lalu, tahun 2015, saat usianya masih 14 tahun, video Ahed Tamimi yang sedang bereaksi menggigit tangan seorang tentara Zionis-Israel menjadi viral secara internasional.

Ahed sedang mengepalkan tangan melawan tentara Zionis

Ahed yang  mengenakan kaos Tweety Pie menggigit tangan seorang tentara penjajah guna menghentikan penangkapan sewenang-wenag saudara laki-lakinya, Muhammad.

Baca: [Video]: Aksi Heroik Gadis Palestina Gigit Lengan Tentara IDF, membuat Zionis Lari

Tindakan berani membuat aktivis remaja Palestina ini menuai pujian, sementara pihak penjajah menuduh Tamimi digunakan sebagai alat propaganda.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Bukan sekali itu saja tindakan Ahed menjadi pemberitaan dan viral. Tahun 2012. sebuah foto yang menunjukkan dia mengepalkan tinju ke seorang tentara juga menjadi viral hingga membuat, Perdana Menteri Turki saat itu Recep Tayyip Erdogan mengundangnya ke Şanlıurfa.

Recep Tayyip Erdogan memberinya penghargaan “Hanzalah Awards” karena keberaniannya menantang serdadu-serdadu Zionis yang selalu memasuki kampungnya, Nabi Saleh di Tepi Barat. Dua hari sebelum insiden tersebut, Abu Yazan Tamimi menderita patah lengan akibat penggerebekan yang dilakukan Zionis di desanya. Karena itulah, tangannya terlihat dibalut perban.

Ahed, gadis berambut keriting berwarna pirang itu pun lalu dipuja oleh orang Palestina sebagai pahlawan yang berani menentang pendudukan Israel di Tepi Barat.

Aksi penangkapan Ahed menyebabkan ribuan netizen Palestina mengkritik penjajah melalui media sosial.

Di media sosial dia dijuluki “senilai seribu lak-laki” dan dipuja atas “keberaniannya melawan penjahat yang menghakimi anak-anak.”

“Para perempuan Tamimi tidak takut dengan tentara. Mereka tidak takut dipenjara,” tulis aktivis Palestina Issa Amro di Twitter.

“Mereka terus berjuang sampai kita semua bebas,” kutib BBC.

“Mereka tidak memberi alasan mengapa polisi menangkap anakku,” kata ayah Bassem Tamimi, laporan AFP.

Seperti ini usaha Ahed Tamimi dan ibundanya untuk melepaskan saudaranya Muhammad dari ulah Zionis

Selain Ahed, ibu Tamimi juga ditahan. Tapi polisi penjajah tidak memberikan alasan apapun alasannya. Mereka mengkonfirmasi bahwa pasangan yang ditahan sampai setidaknya sampai 25 Desember.

Bassem juga menuduh ponsel komputer dan barang elektronik lainnya dari rumah mereka kini disita pasukan keamanan Zionis.

  Baca: Foto Viral! Puluhan Tentara Israel Bersenjata Tangkap Remaja Palestina

Sebagaimana diketahui, Ahed ditangkap tentara penjajah tanggal 19 Desember 2017, empat hari setelah videonya terlibat konflik dengan prajurit Israel di dekat kediamannya di Desa Nabi Saleh menjadi viral.

Zonis Israel berupaya mendakwa dengan berlapis atas diri Ahed Tamimi yang gambarnya terekam sedang menampar dan menendang dua tentara Israel di Tepi Barat.

Insiden terjadi setelah militer penjajah menembak sepupu Ahed yang berusia 15 tahun tepat di bagian wajah menggunakan peluru karet.

Akibat tembakan, sepupu Ahed mengalami luka hingga harus dirawat karena koma selama 72 jam.

Bukan cuma Ahed, sepupunya yang berusia 20 tahun, Nour dan sang ibu yang tampak dalam video tersebut, juga turut ditangkap militer Israel.

Dalam sesi dengar pendapat hari Senin (01/01/2018) di pengadilan militer Israel di dekat Ramallah, menjerat Ahed 12 tuntutan, termasuk penyerangan terhadap militer penjajah.

Ayah Ahed, Bassem, mengatakan kepada Aljazeera kemungkinan besar putrinya akan dihukum dan dipenjara karena tuduhan tersebut.

“Mereka membangun kasus di sekitarnya secara khusus untuk membuatnya tetap di penjara selama mereka bisa,” katanya.

“Saya sangat khawatir dengan putri saya,” tambah Bassem, yang juga telah ditangkap beberapa kali oleh pasukan Israel.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahed Tamimiaktifis Palestinaisraelpalestinapendudukanpenjajahramalahremaja PalestinaTepi BaratviralZionisZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dahnil: Kalahkan Malas Bangun Subuh ke Masjid
Tulisan selanjutnya Sudah 21 Tewas dalam Aksi Demontrasi Berdarah di Iran Selama 5 Hari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?